Sharing

Inilah Pengalaman Pertama Pesawat Kembali Karena Runaway Rusak

bandara Halim Perdanakusuma
Ilustrasi Bandara Halim Perdanakusuma

Kedatangan raja Salman hari ini melalui bandara Halim, mengingatkan saya kejadian satu bulan yang lalu. Pada saat itu pesawat yang saya tumpangi harus kembali dari perjalanan Jakarta menuju Surabaya, di tengah jalan pesawat diperintahkan untuk kembali ke bandara asal.

Hari itu saya berangkat menuju Jakarta via Bandara Halim Perdanakusuma. Rencananya cuma sampai sore hari dan malamnya saya berencana untuk langsung pulang ke Surabaya. Saya memakai flight pulang ke Juanda Surabaya dengan pesawat Batik Air yang dijadwalkan akan berangkat pukul 20.30.

Pada saat proses pemberangkatan hingga pesawat take off, tidak terjadi permasalahan apa-apa. Ternyata ketika sudah sampai setengah perjalanan, kurang lebih berada di sekitar Semarang dan sekitarnya, pilot mengumumkan pesawat akan kembali lagi ke bandara Halim Perdanakusuma, dikarenakan adanya kerusakan landasan pacu di bandara Juanda Surabaya. Menurut pilot diperkirakan akan sampai kembali ke bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 21.30 dan direncanakan akan kembali berangkat ke Surabaya pada pukul 23.00.

Setelah sampai di bandara Halim Perdanakusuma, semua penumpang dipersilahkan untuk kembali di ruang tunggu. Sampai di ruang tunggu, kami diberikan kotak yang berisi roti dan sebotol air. Tidak lama kemudian ada pengumuman lebih lanjut bahwa pesawat diperkirakan akan berangkat kembali pada pukul 00.00 dikarenakan akan ada inspeksi terhadap landasan yang diperbaiki.

Ada beberapa rumor di antara penumpang, konon sebelumnya pesawat direncanakan akan landing di Bali. Sayangnya rencana ini gak jadi, padahal lumayan bisa liburan gratis di bali, hehehe. Dari hasil tanya-tanya, karena di Bali sendiri pesawat banyak yang di divert ke sana, sehingga bandaranya sudah penuh. Rumor yang kedua, setelah beberapa belas menit menunggu, katanya pihak airlines sedang menyiapkan makanan untuk penumpangnya. Entah benar atau gak, kalau benar, kasihan juga ya yang sudah beli mie instant seduh di K Cafe, satu-satunya toko buka malam itu, itupun sebetulnya sudah mau tutup, tapi akhirnya buka lagi karena diserbu penumpang.Kalau saya lebih milih dikasih bantal sama selimut aja deh, ngantuk banget nih soalnya. Belum lagi besok harus ke Malang, hadehhhh….

Sampai bandara Juanda sekitar pukul satu dini hari, dan sampai rumah sekitar pukul dua dini hari. Cukup lumayan untuk tidur sekitar tiga jam sebelum berangkat ke Malang. Besoknya, saya baca di koran, walikota Surabaya, bu Tri Risma, adalah salah satu penumpang pesawat yang mengalami delay karena insiden ini. Bahkan pesawat yang ditumpanginya malah harus delay sampai esok harinya. Tapi begitulah industri jasa transportasi pesawat terbang. Keamanan penumpang harus dinomer satukan. Oleh sebab itu, pengecekan terhadap sarana dan prasaran penunjangnya begitu ketat.

catatan:
ilustrasi Bandara Halim Perdanakusuma di ambil dari http://www.konfrontasi.com/sites/default/files/styles/article_big/public/article/2016/02/bandara-halim-perdanakusuma-konfrontasi.jpg?itok=1HkVxV6I

Artha Nugraha Jonar
blogger yang belajar dengan menulis
http://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.