Berita Logistik Indonesia

Pengiriman Makanan Diprediksi Meningkat

disadur dari republika.co.id

PADANG — Saat Ramadhan, jumlah pengiriman barang untuk jenis makanan diprediksi meningkat. Di wilayah Sumatra Barat, lonjakan pengiriman makanan, terutama rendang, diperkirakan meningkat pada pertengahan Ramadhan. “Pengiriman rendang biasanya meningkat pada hari ke-15 Ramadhan, walau tidak sebanyak pada saat hari Raya Idul Adha,” kata Manager Pelayanan Kantor Pos Padang, Puti Kemala Dewi, di Padang, Kamis (2/6).

Ia menjelaskan, kiriman rendang atau makanan berminyak wajib dikemas dengan cara dibungkus dengan plastik, kemudian dimasukkan ke kotak plastik, lalu dibungkus lagi dengan plastik, terakhir dibungkus dengan karton atau kardus. “Ini untuk menjaga keamanan kiriman agar tidak rusak selama proses kirim hingga diterima oleh penerima,” ujarnya.

Hal serupa juga terjadi di Denpasar, Bali. Bahkan, jumlah pengiriman makanan diperkirakan meningkat hingga 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Untuk lokasi pengiriman barang, saya prediksi masih didominasi pengiriman ke Pulau Jawa karena konsumen ingin berbagi kebersamaan dengan anggota keluarganya yang ada di luar Bali,” kata Kepala Cabang JNE Denpasar, Alit Septiniwati, belum lama ini.

Untuk itu, pihaknya berupaya mengantisipasi lonjakan pengiriman barang menjelang Lebaran di Denpasar, Bali, dengan melakukan penambahan tim, agar operasional berjalan lancar. “Upaya itu dilakukan agar pengiriman barang jenis makanan segera sampai di tempat tujuan,” katanya.

Selain itu, upaya lain untuk memberikan pelayanan optimal kepada konsumen, pihaknya membuka gerai JNE hingga pukul 21.00. Jam kerja petugas di agen-agen penerima barang di Denpasar juga akan ditambah, sehingga dapat berjalan sesuai harapan konsumen.

Vice President Marketing JNE Eri Palgunadi mencatat, pada 2015 rata-rata jumlah pengiriman barang mencapai 12 juta per bulannya. “Dari data itu, kami mencatat setiap hari melayani pengiriman barang mencapai 400 ribu atau lebih dari 16 ribu kiriman per jamnya,” ujar Eri.

Ia menuturkan, seiring pertumbuhan e-commerce yang berbarengan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, jumlah transaksi pengiriman pelanggan JNE juga mengalami peningkatan mencapai 30-40 persen per tahun. “Kami bekerja sama dengan toko online terkemuka di Indonesia juga membantu penggunaan sistem ini,” ujarnya.

Eri mengungkapkan, peningkatan kebutuhan masyarakat akan distribusi barang membuat JNE melakukan berbagai pengembangan yang berupaya memberikan pelayanan maksimal dalam seluruh proses, mulai dari pengiriman sampai dengan proses pengemasan hingga proses peneriman paket untuk penerima.

Manager Pelayanan Kantor Pos Padang Puti Kemala Dewi menjelaskan, Kantor Pos Padang juga menyediakan jasa pengemasan dan dikenakan sedikit tarif tambahan bagi warga yang tidak sempat mengemas kiriman. “Lama proses pengiriman tergantung jenis pengiriman yang dipilih,” lanjut Pejabat Sementara Manager Giro dan Penyaluran Dana Pos Padang, Mutia.

Ia menjelaskan, jenis pengiriman itu, di antaranya, Pos Express memerlukan waktu satu hari, Pos Kilat Khusus memerlukan waktu empat hari, dan Pos Kilat memerlukan waktu tujuh hari. “Jenis pengiriman makanan yang terbanyak digunakan masyarakat adalah Pos Express karena cepat sampai,” katanya.

Sedangkan, untuk tarif pengiriman bergantung pada jarak dan berat makanan yang dikirim. “Pengiriman makanan biasanya dilakukan oleh orang tua kepada anaknya yang tidak bisa mudik saat Lebaran,” lanjutnya.  antara ed: Endah Hapsari

sumber: http://www.republika.co.id/berita/koran/khazanah-koran/16/06/03/o86x4722-pengiriman-makanan-diprediksi-meningkat

Artha Nugraha Jonar
blogger yang belajar dengan menulis
http://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.