Tantangan E-Commerce Indonesia

Tantangan E-Commerce Indonesia

Hari kamis, 10 November 2016, bertepatan dengan peringatan hari pahlawan, Pemerintah Indonesia melalui paket kebijakan ekonomi XIV mengeluarkan kebijakan yang berkaitan dengan industri e-commerce. Ada delapan aspek yang disinggung untuk mendukung semakin menggeliatnya e-commerce. Aspeknya antara lain pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, pendidikan dan SDM, logistik, infrastruktur komunikasi, keamanan siber dan yang terakhir pembentukan manajemen pelaksana.
Untuk lebih jelasnya bisa dibaca di link berikut
http://tekno.kompas.com/read/2016/11/10/19130017/peta.jalan.e-commerce.indonesia.diumumkan.ini.poin-poinnya

Tentu saja paket kebijakan ini harus disertai dengan penyesuaian dengan kebijakan lain dan juga dengan regulasi. Oleh sebab itu pemerintah juga berencana untuk dituangkan dalam peraturan presiden.

Kedelapan aspek yang telah disampaikan merupakan tantangan tersendiri untuk dilaksanakan. Semangat untuk mengembangkan e-commerce patut untuk didukung, mengingat potensi e-commerce ini sangat besar untuk Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang banyak, maka Indonesia menjadi pasar yang potensial untuk e-commerce.

Diluar kedelapan aspek tersebut, saya menyoroti juga dengan perkembangan e-commerce dari luar negeri. Mengingat perdagangan dilakukan dengan melalui media internet yang bersifat global. Dengan penawaran harga barang yang jauh lebih murah, serta pengiriman yang tidak terlalu lama maka e-commerce dari luar negeri tersebut bisa menggerogoti bisnis e-commerce lokal. Apalagi beberapa produknya juga mempunyai sumber yang juga dari luar negeri. Salah satu yang patut diwaspadai misalnya situs-situs e-commerce dari negara China.

Sisi yang lain menurut saya adalah menguatkan produk-produk lokal yang unik di dalam negeri. Hal ini agar produksi yang bersifat unik tersebut bisa dipasarkan lebih luar ke dunia dan mempunyai daya saing yang tinggi.

Untuk itu, kita patutnya mendukung dan mengawal kebijakan ini agar bisa sesegara mungkin diimplementasikan, mengingat persaingan global sudah ada di depan kita.

Tinggalkan Balasan