Logistics

6 keuntungan menerapkan otomasi di dalam Transportation Management System (TMS)

Di dalam artikel ini akan dibahas mengenai otomasi di dalam Transportation Management System (TMS).

Penerapan otomasi di dunia industry sudah menjadi hal yang biasa. Otomasi control diterapkan di dalam pengoperasian sebuah mesin manufaktur yang menggerakkan turbin, boilers ataupun proses pemanasan dari oven. Di dalam dunia telekomunikasipun, otomasi diterapkan misalnya dalam  menangani perpindahan jaringan telepon. Begitu juga di dunia penerbangan, sudah menerapkan otomasi. Otomasi dipergunakan untuk mengurangi adanya campur tangan manusia agar kesalahan dari sisi manusia bisa dihindari, bahkan penerapan otomasi secara keseluruhan juga sudah ada implementasinya.

Keuntungan terbesar dalam penerapan otomasi adalah dalam hal mengurangi tenaga kerja yang dibutuhkan. Selain itu, pengurangan penggunaan energy, pemakaian bahan material dan untuk melakukan meningkatkan kualitas, akurasi dan presisi.

Penerapan Otomasi Logistik di dalam Manajemen Tansportasi

Jika berbicara mengenai penerapan otomasi logistik di dalam manajemen transportasi, maka kita akan membicarakan keterkaitan penggunaan teknologi informasi khususnya mengenai Transportasion Managemen System (TMS). TMS dipergunakan untuk melakukan pengelolaan transportasi. Kembali kepada definisi otomasi, maka penerapan otomasi di dalam TMS diharapkan akan mengurangi proses pemasukan data secara manual, dan juga TMS akan memberikan keuntungan lain dengan memberikan data secara akurat mengenai kendaraan yang akan digunakan, selain itu TMS akan memberikan notifikasi secara otomatis dan memberikan update data secara real time.

6 Keuntungan proses otomasi logistik di TMS

1. Mengurangi biaya dari kesalahan yang dilakukan

Di dalam kemampuan teknologi otomasi logistik, sudah terintegrasi dengan komoditas yang sudah terhubungkan secara langsung dengan system ERP dan list data tujuan, sehingga mengurangi kesalahan informasi yang diperlukan. Kesalahan dalam melakukan input data alamat, seringkali menimbulkan biaya berlebih, seperti adanya kesalahan alamat pengiriman, barang yang terkirim lebih dari satu kali. Bahkan sering pula adanya kesalahan dalam melakukan proyeksi klasifikasi kendaraan, sehingga pemakaian kendaraan tidak optimal

2. Kemampuan melakukan pemilihan moda transportasi dan akses secara langsung terhadap biaya kendaraan

Dengan adanya bantuan otomasi ini, maka tim transportasi mendapatkan akses secara langsung terhadap rate dari kendaraan, kendaraan yang tersedia serta diberi kemudahan dalam pengambilan keputusan mengenai jenis kendaraan yang akan dipakai. Pemilihan kendaraan tersebut bisa saja diambil dari metode pencarian harga, lama waktu transit dan atau lead time ataupun kepemilikan asuransi.

3. Meningkatkan layanan terhadap customer

Dengan otomasi logistik yang diterapkan di TMS, maka customer akan mendapatkan informasi tracking kendaraan secara real time, proses auto pick-up, jaminan asuransi dan perhitungan transportasi berdasarkan kebutuhan yang bisa dikustomisasi. Dengan demikian customer akan mendapatkan secara tepat biaya yang dikeluarkan dan juga customer akan mendapatkan informasi kapan sampai di tujuan dengan notifikasi yang diberikan secara otomatis.

4. Akses Data secara real time

Ketika data bisa diakses secara real time dan ditunjang dengan kemampuan menghasilkan report, maka akan ada nilai tambah untuk membuat keputusan bisnis menjadi lebih baik berdasarkan trend dan history yang telah terjadi. Semisal kita mempunyai sebuah data mengenai porsi penggunaan kendaraan dari perusahaan A sebanyak 75 %, dari data tersebut kita mendapatkan bahwa pemilihan perusahaan A Karen harga yang lebih bersaing. Di data lain kita mendapatkan bahwa 20 % pengiriman yang dilakukan oleh perusahaan A terlambat sampai ke tujuan. Dengan asumsi tersebut, tentu saja kita akan berpikir panjang jika akan menggunakan perusahaan A karena tingginya angka keterlambatan. Proses inilah yang didukung oleh otomasi, sehingga dengan satu kali klik, tim kita akan mendapatkan data yang diinginkan dan memberikan bantuan untuk melakukan pengambilan keputusan.

5. Kontrol terhadap organisasi

Dengan logistik yang terotomatisasi, maka kontrol dapat diterapkan. Kontrol diterapkan dengan melakukan implementasi rule yang telah disetup di awal, sehingga optimalisasi bisa tercapai. Misalnya dalam penerapan manajemen transportasi, penentuan harga dan penetapan resiko minimal yang akan dihadapi. Hal-hal tersebut akan menjadi panduan untuk melakukan optimalisasi perencanaan dan panduan penetapan rute. Rule tersebut tentu saja diperoleh dari logistics expert yang ada dan dilakukan pengolahan melalui aplikasi TMS.

6. Kecepatan dan Skalabilitas

Dengan penerapan otomatisasi secara penuh di dalam TMS, maka tidak diperlukan lagi resource tambahan yang banyak untuk melakukan manajemen di departemen transportasi. Bahkan ketika bisnis semakin berkembang, TMS dapat dengan mudah mengakomodasi perkembangan bisnis tersebut dengan hanya menambahkan user baru saja. Selain itu, kecepatan dalam invoicing adalah nilai tambah dalam penerapan otomatisasi. Bukan tidak mungkin proses invoicing dapat dilakukan dalam seminggu saja, tanpa perduli berapapun banyaknya shipment yang dilakukan di tiap lokasi. Hal inilah yang memudahkan fungsi kontrol dari CFO.

Artha Nugraha Jonar
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
https://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.