Logistics

Adjustable Loading Dock

Adjustable Loading Dock, optimalisasi pada proses loading / unloading.

Loading dock atau adjustable ramp adalah area dimana proses material handling untuk loading atau unloading. Area ini sangat penting, karena percepatan pergerakan barang akan ditentukan pada desain area loading tersebut. Salah satu yang menjadi perhatian penting adalah desain loading dock atau ramp. Pada konsep logistik modern, tentu harus dapat memastikan bahwa jenis truk yang digunakan sangat bervariasi. Hal ini direferensikan melalui kubikasi atau daya berat yang bisa dibawa oleh truk tersebut. Konsekuensinya adalah perbedaan jenis truk ini akan berpengaruh pula pada desain truk tersebut. Fokus pada tulisan ini adalah mengenai perbedaan tinggi truk sehingga mempengaruhi proses loading.

Beberapa pergudangan terkadang malah tidak mempunyai area loading dock dengan levelisasi tertentu. Ini sangat menyulitkan Adjustable Loading Dockpada saat proses loading. Ada juga gudang yang mempunyai loading dock dengan level tertentu tetapi tidak memperhatikan standarisasi ketinggian, akibatnya loading dock tersebut tidak optimal digunakan.

Solusinya adalah menggunakan adjustable loading dock atau adjustable ramp. Maksudnya adalah penggunaan loading dock yang dapat diatur ketinggiannya sedemikian rupa. Sudah banyak gudang yang memiliki adjustable loading dock ini, karena kesadaran bahwa tinggi truk tidak sama.

Jenis adjustable loading ini ada yang dirubah ketinggiannya secara manual, adapula yang Adjustable Loading Docksudah menggunakan teknologi suspensi untuk mengatur dock leveler.

yang perlu diperhatikan adalah meskipun ketinggian dari loading dock ini bisa diatur, harus diperhatikan adalah standard ketinggian dari adjustable loading dock. Yang harus dilakukan adalah riset mengenail ketinggian minimal, ketinggian maksimal dan ketinggian rata-ratanya yang diperoleh dari data truk yang melakukan loading di gudang. Ketinggian rata-rata diperlukan untuk memperoleh ketinggian yang paling sering dipakai pada saat loading, sehingga dock leveler dapat diset di ketinggian tersebut. Ketinggian minimal loading dock biasanya diset pada 48 inch atau equal 1,2 meter. sedangkan ketinggian maksimal biasanya ada di angka 52 inch atau 1,3 meter. tapi angka tersebut bukan menjadi patokan utama, karena harus ada riset mengenai hal tersebut, apalagi jika berbicara di Indonesia, seringkali angka standard tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Pengembangan dari adjustable loading dock adalah pemberian sensor berat pada material handling. Fungsinya adalah memberitahukan berapa berat material yang di loading. Hal ini juga menjadi acuan bagi kapasitas beban berat jalan yang disyaratkan pada peraturan hukum yang berlaku. Berat diperoleh dari total berat dikurangi dengan berat equipment yang dipakai, misal hand pallet atau forklift.

Artha Nugraha Jonar
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
https://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.