Sharing

Anti Kekerasan Seperti Apa?

Kemarin saya mendapatkan informasi melalui WA grup Alumni Sosiologi Unair jika MK (Malam Keakraban) diundur karena beberapa sebab, salah satunya ketidaksiapan panitia, terutama dana. Berbeda seperti tahun sebelumnya, di mana MK ini disupport dana dari IKOMA (Ikatan Orang Tua Mahasiswa) yang merupakan sumbangan dari orang tua mahasiswa untuk membiayai kegiatan-kegiatan. Saat ini IKOMA sudah dihapuskan dan beberapa kegiatan mahasiswa juga tidak semudah dulu untuk mendapatkan dana. Salah satunya ya MK ini.
Isu lain yang bergulir adalah adanya penolak
an beberapa dosen yang melihat ajang MK ini sebagai ajang perploncoan yang notabene sama dengan kekerasan.screenshot-2016-09-16-07-39-11beritanya dapat dibaca di sini.
beberapa teman malah melihat sebetulnya apa yang dilakukan oleh para dosen ini justru bertolak belakang dengan keseharian mereka. Tudingannya adalah dengan arogansi karena memiliki kewenangan sebagai dosen, justru melakukan kekerasan terhadap mahasiswanya.
Bisa jadi tudingan itu ada benarnya. Mungkin dari beberapa kita pernah mengalami hal tersebut.
Tetapi menurut saya menuding MK sebagai salah satu kekerasan saya pikir sangat tidak masuk akal. Ketika tahun 1997 saya mengikuti MK, apa yang saya rasakan malah justru keakraban, kegayengan antar satu program studi. Malah menurut saya semua kegiatan di FISIP UNAIR ini malah melandaskan pada kebersamaan dan demokrasi tanpa kelas.
Meski demikian, sekali lagi FISIP UNAIR sudah menunjukkan bahwa kampus inilah sebagai panggung demokrasi kecil. Siapa saja berhak menyatakan pendapat, beropini tapi bukan adu otot.

Artha Nugraha Jonar
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
https://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.