Sharing

Bersih-Bersih Postingan Politik di Timeline Facebook

Beberapa hari yang lalu, saya posting di halaman facebook bahwa saya akan unfriend user yang memposting statement politik.

Bersih-Bersih Postingan Politik di Timeline Facebook

Beberapa kawan yang kebetulan menjadi user facebook menjadi pro-kontra. Hmmm  menarik karena menurut saya ini adalah social experiment nyata tentang bagaimana seseorang menanggapi postingan kawannya di media sosial atau lebih fokusnya ke facebook.

Saat ini saya lebih cenderung untuk fokus mengakses aplikasi Facebook daripada media sosial lainnya. Karena ada beberapa kekuatan Facebook yang menurut saya bisa saya manfaatkan. Salah satunya adalah berbagi informasi.

Informasi yang saya maksud tentu adalah didefinisikan sebagai data (dibaca kumpulan postingan) yang berguna buat saya. Konon katanya informasi adalah data yang diolah. Sementara ini, processing diolah oleh otak saya. Berbagai reaksi yang saya tunjukkan ketika mendapat informasi antara lain:

  • Memberikan like
  • Memberikan komentar
  • Membaginya dalam postingan saya

Sayangnya ada informasi yang menurut saya berpotensi untuk menjadi informasi yang negatif (menurut subyektifitas saya) dan mendorong saya untuk bereaksi memberikan komentar yang berusaha melawan data atau fakta yang diposting. Beberapa postingan yang sering membuat saya terdorong memberikan perlawanan komentar adalah postingan tentang politik ataupun agama.

Tentu tidaklah salah seseorang memberikan postingan dengan topik tertentu. Meski Facebook juga memberikan batasan dalam hal konten, begitu juga Undang-Undang ITE yang berlaku di Indonesia. Walau ada yang benar-benar serius berdakwah politik di fecebook, sayangnya ada juga beberapa yang mempostingnya karena iseng aja

Maka berdasarkan hal tersebut, saya akan berusaha mengurangi “Dosa media sosial” saya dengan menutup koneksi pertemanan di facebook untuk user yang memposting tentang politik dan agama. Tentu itu adalah subyektifitas saya. Selain itu juga lebih baik jika ingin berdiskusi lebih lanjut pada forum-forum tatap muka sambil ngopi, itu lebih asyik.

Kenapa tidak cukup di unfollow? Paling tidak bisa mengurangi konektifitas dengan user yang bersangkutan dan lebih memfokuskan kepada konektifitas yang hanya dibatasi dengan 5000 user saja di facebook

Artha Nugraha Jonar
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
https://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.