Bukalapak Lupabapak
Sharing

Bukalapak Lupabapak?

Imbas pergesekan pandangan politik pada acara besar Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 ini semakin seru. Kabar rame terakhir adalah ramenya tanggapan cuitan twitter [yang telah dihapus] mas Achmad Zaky, founder dan CEO Bukalapak.

Bukalapak Lupabapak
capture tweet mas Zaky

Ada banyak hal yang ditanggapi dalam cuitan ini. Yang pertama adalah masalah data yang tidak akurat. Di situ disebutkan bahwa data itu merupakan data tahun 2016, padahal data tersebut dari data 2013. Kemudian tanggapan lainnya adalah mengenai kalimat “Mudah2an presiden baru bisa naikin” yang ditanggapi bahwa mas Zaky mendukung capres 02.

Akibatnya timbul penolakan netizen dengan menyerukan tagar “UninstallBukalapak” menggema di jagad twitter.

Begitu sensitifnya setiap kata pada saat ini. Tapi mungkin ini hanya berlaku pada selebritis aja ya, hahaha. Coba pak Parno, tukang sampah di tempatku yang nge-tweet juga gak bakalan ada yang comment.

Saking keselnya nih pada sifat netizen (yang mungkin sebagian dari mereka adalah akun robot, akun bayaran) banyak yang sudah antipati dengan kelakukannya. Masih inget kan dengan capres alternatif Dildo.

Sebetulnya saya termasuk salah satu yang gak begitu suka dengan komentar yang aneh-aneh di jagad maya. Awalnya saking keselnya saya suka ikutan komentar di postingan seseorang yang menurut saya ngeselin banget. Terus suatu saat saking keselnya saya unfriend aja akun mereka semua, hahaha.

Tapi sekarang sudah saya sih gak begitu peduli dengan ocehan di postingan orang. Soalnya banyak orang yang kayak jadi gila gitu kalau posting, takut ketularan saya.

Nah termasuk tentang cuitan mas Zaky nih. Kenapa sih jika memang datanya salah, cukup di mention ke mas Zaky dan bilang, “maaf mas datanya salah, ini yang bener”. Atau jika ada keraguan maksud tentang apa yang ditulis mengenai presiden baru mbok yao tanya ke mas Zaky, apa sih maksudnya. Apalagi mas Zaky sudah meminta maaf mengenai cuitannya. Cuma ya itu, terlalu banyak akun gila di sosmed (sebagian akun robot dan berbayar). Kalau saya sih iyesss.

banyak yang kasih review bintang satu

Secara korporasi tentu sangat mengganggu (sesaat) ketika ada ajakan uninstall aplikasi. Termasuk memberikan review jelek (bintang satu) di play store.

Saya yakin Bukalapak pasti akan terus melesat. La wong bukalapak juga dibangun dari bawah, bukan ujug-ujug aja timbul seperti itu. Bagi pejuang, tentu hal semacam ini malah menjadi tantangan untuk membuktikan menjadi lebih baik lagi.

so, saya cuma mau kasih tau. Saya gak bakalan uninstall bukalapak, soalnya saya gak pernah install di hape. Saya juga belanja gak mesti di bukalapak kok, kadang ke tokopedia, shopee, bhineka yah kemana ajalah.

Artha Nugraha Jonar
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
https://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.