Blog Sharing

Creative Discussion Peran DILo dalam Perkembangan Ekonomi Digital

DILo yang merupakan singkatan dari Digital Inovation Lounge adalah sebuah tempat yang menjadi wadah bagi pelaku IT yang difasilitasi oleh PT Telekomunikasi Indonesia. Pada hari kamis, 27 Juni 2019 saya berkesempatan hadir pada acara yang bertajuk Creative Discussion Peran DILo dalam Perkembangan Ekonomi Digital. Acara ini dihadiri oleh beberapa narasumber yaitu:

1. Faizal Rochmad Djoemadi – Direktur Digital Business of Telkom Indonesia
2. Dinoor Susatijo – Senior Manager of Open Innovation Management Telkom Indonesia
3. Suparwiyanto – Executive Vice President Telkom Region V
4. Andriansyah Ariffin – Executive Director of DILo

Peran DILo dalam Perkembangan Ekonomi Digital
Para panelis Diskusi

Acara yang berlangsung dari mulai pukul tujuh malam ini sangat menarik. Selain diskusi, juga ada expo dari teman-teman startup seperti Jobhun, Fishgator, Cukurin dan sebagainya.

Sebagai pembuka, bapak Suparwiyanto memberikan sekilas penjelasan mengenai PT Telekomunikasi Indonesia. Sesi selanjutnya diisi oleh bapak Dinoor Susatijo selaku enior Manager of Open Innovation Management Telkom Indonesia yang berhubungan dengan DILo. Beliau memaparkan mengenai road map DILo, serta berbagai kegiatan yang telah dan akan dikerjakan oleh DILo. Berikutnya giliran bapak Andriansyah Ariffin selaku Executive Director of DILo dari MIKTI memberikan pemaparan. Dan terakhir diberikan paparan oleh bapak Faizal Rochmad Djoemadi selaku Direktur Digital Business of Telkom Indonesia.

Dari rangkaian pemaparan yang diberikan oleh panelis, selaku peserta saya mengambil kesimpulan dari diskusi ini. Yang pertama adalah perkembangan industri digital adalah sesuatu yang tidak dapat dihindarkan, namun perlu diciptakan suatu environment yang dapat mendukung perkembangan industri digital. Oleh sebab itu PT Telekomunikasi Indonesia, sudah sadar betul dalam menghadapi era digital ini. Shifting bisnis pun segera dilakukan dan masuk ke dalam bisnis digital. Namun untuk mencapai dan menguasai bisnis digital. PT Telekomunikasi Indonesia tidak mungkin berjalan sendiri. Apalagi ternyata gap usia yang ditemukan bahwa rata-rata usia karyawan PT Telkom ada di usia empat puluh tujuh. Tentu sangat tidak mungkin dipaksakan jika harus ikut dalam industri digital yang mayoritas dikelola oleh anak-anak muda.

Oleh sebab itu PT Telkon mencoba dari sisi lain yaitu mengembangan environment industri digital, salah satunya dalah melalui DILo. Berbagai segmen yang dikelola oleh PT Telkom antara lain segmen mobile, home dan enterprise. Melalui DILo beberapa target yang ingin diraih antara lain mengembangkan environment digital, lalu membantu industri digital pemula untuk siap masuk dalam dunia bisnis. Selain itu melalui komunitas, PT Telkom juga berharap mendapatkan talent-talent yang mampu mendukung bisnis PT Telkom. Melalui inilah maka peran DILo dalam Perkembangan Ekonomi Digital dijalankan.

Tentu impian bisnis yang dimiliki oleh PT Telkom ini bukan tanpa tantangan. Dalam bisnis digital saat ini kita tahu hampir semua perusahaan yang berbasis digital dengan kapitalisasi besar juga melakukan hal yang sama. Sebut saja Google, Facebook hingga Alibaba. Namun memang benar ada sisi lain yang bisa disentuh, nasionalisme misalnya. Entah apakah nasionalisme ini masih bisa dimainkan di kalangan milenia yang lebih rasional.

Namun bagi pelaku industri digital justru hal ini menjadi salah satu kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan bisnisnya karena banyak perusahaan besar yang mau mendukung. Jadi isu tentang permodalan, pengembangan bisnis, coaching sudah tidak lagi menjadi hambatan bagi pelaku industri digital. Cukup fokus menghasilkan karya digital, melakukan inovasi, memberikan pemecahan terhadap suatu permasalahan dengan solusi digital dan selanjutnya tinggal melakukan monetisasi dari karya solusi digital yang dihasilkan.

Artha Nugraha Jonar
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
http://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.