about life

Email-mu Lel, seperti Candu

Kamis, 01 September 2005
02:05:39


Kemaren si Lely kirim email ke aku. Isi emailnya seperti candu….
Ahhhhh…. beasiswa itu.
Aku akan berusaha deh menerobosnya.
Dan ceritanya di Ausie, keren banget deh…
Trus dia kirimin fotonya…
Kayaknya makin cantik aja neh anak ini. Hehehehehehe…..
Oya dia kirimin aku attachment tentang beasiswa.
Ya udah aku postingan skalian deh…

Ini Attachment dari Leli, selamat moco yo…….

Ini sekadar share experience. Mungkin pengalaman orang lain bisa beda. Untuk informasi yang penting (dateline, qualification, document required), please check langsung ke sumbernya ya (website, application form, etc). Hope u’ll find this useful enough…
Cheerz…
Leli
Cari Beasiswa
1. search di google untuk cari beasiswa yang kamu inginkan. Situs-situs yang aku tahu:
http://www.adsjakarta.or.id/ (Australia)
http://www.nec.or.id/ (belanda)
http://www.chevening.or.id/ (inggris)

yang lain cari sendiri ya di google..

2. cara yang kedua, datang aja di International Village Ubaya, disana ada banyak perwakilan Negara (jepang, Canada, Australia, Perancis, Belanda, Amerika, Jerman, Inggris, Korea) kalo ga salah inget. Sayangnya, Singapura ga ada. Nah, di sana kita bisa minta informasi tentang beasiswa yang tersedia di masing-masing Negara. Sekaligus minta formulirnya. Sebenernya formulir beasiswa bisa di download dari internet lalu di print sendiri. Tapi kalo mau minta dari mereka juga bisa. Kalo mereka berbaik hati, mereka bahkan mau bantu untuk ngasi tau cara ngisinya.

Selain itu, di tempat itu, kita juga bisa cari info tentang sekolah-sekolah yang ada, banyak resource deh. Bisa buat belajar bahasa mereka juga. Tapi tentu aja ga lengkap.

Sedikit tips untuk yang Perancis (aku dah pernah nanya soalnya), kalo yang tertarik, harus bisa bahasa perancis dulu. Inggris aja ga cukup. Mereka nuntut itu soalnya.

3. Rajin dateng ke pameran pendidikan yang mereka adakan buat cari info lebih banyak (sekitar bulan des kayanya). Bukan ke setiap pameran sekolah, tapi perhatikan yang ada tulisan SCHOLARSHIP AVAILABLE (ato tulisan yang sejenis deh) hehehe…. Soalnya kalo cuma pameran sekolah tok, percuma, buang-buang waktu.

4. lihat Koran kompas. Biasanya di Koran ini banyak banget informasi tentang beasiswa. Baik dalam negeri atau luar negeri, seperti Sampurna, Panasonic, Toyota, Exxon Mobil. So, langganan, kalo ga pinjem tetangga. Cukup 10 menit kok buat bolak-balik halaman untuk liat ada iklan beasiswa kalo ga minat baca Koran tiap ari.
5. jangan terpaku sama Negara besar aja. Philipin, India, Swiss juga ngasi beasiswa. Dan sebenarnya pendidikan mereka ga jelek juga lho. Mereka punya kekuatan di masing-masing bidang. Misalnya, ada yang pernah bilang ke aku, kalo di India, social studies dan IT bagus.
6. ikut milis scholarship. Tapi jarang ada manfaatnya si selama ini. Cuma kadang-kadang ada yang suka bagi info kalo lagi ada beasiswa dari mana gitu…. Oya, cari milisnya di yahoo groups ya.

Cara Apply Beasiswa
Ok, sekarang ini cara nglengkapin form ato apa yang harus dilakukan untuk apply. Yang pertama di Australia, kedua di Belanda n terakhir di Inggris. Ini berdasarkan pengalaman juga.

Australia
1. isi formulirnya terus lihat bagian terakhir. Di situ ada check list tentang dokumen-dokumen apa aja yang harus dilengkapin. Ingat, semuanya harus rangkap tiga dan dilegalisir. Legalisirnya bisa di pengadilan negeri ato minta dari kampus masing-masing. Kalo emang niat nyari beasiswa, mending semua dokumen disiapkan fotokopi legalisirinya masing-masing +/- 10 lembar. Biar ga usah bolak-balik.

Selain itu pasti diminta untuk bikin CV. Nah, untuk yang satu ini, bikin yang selengkap mungkin. Beda sama CV buat lamar kerjaan yang biasanya mending 1 lembar aja cukup, kalo yang ini singkat tapi harus jelas. Lebih dari satu lembar ga masalah deh. Misalnya untuk pengalaman kerja, jelaskan juga job desc nya. Untuk liat contoh-contoh CV, coba cari di google, ato liat di homepage nya orang-orang terkenal gitu. Biasanya kan mereka punya tuh. Bisa nyonto. Tapi tetep aja CV kita tu harus nampilin stylenya kita sendiri. Caranya, ya pikirin sendiri ya…

Untuk ngirim form, biasanya kita juga diminta untuk menyertakan nilai TOEFL ato IELTS. Kalo punya budget terbatas, pilih TOEFL yang institutional aja. Mereka nerima kok. Ada beberapa tempat yang ngadain:

Lab bahasa Unair (PINLABS) dan Jawapos Group (di Graha Pena) sekitar 50 ribu
Di Kelt ato EF ato NEC (Netherland Education Center)—di Ubaya ato AMINEF (di Ubaya juga) agak mahal dikit. Kalo ga salah sekitar 250 dolar.

Kalo punya budget agak lebih, bisa ambil TOEFL yang international ato IELTS. Harga sekitar 110 US $.

Untuk standar nilai yang diminta, tolong cek di formnya ya. Aku agak lupa. Tapi kalo ada yang mau apply, n nilai ga nyampe, jangan give up. Lamar aja. Inget imelku yang terdahulu kan???? (hayo, sapa yang ga baca ya…. Hehehehe….) Nothing to lose gitu loh.

Oya, untuk yang mau ngambil Master by research (ada dua macam Coursework ato research) dan Phd, siapkan proposal penelitian.

2. perhatikan tanggal dateline. Jangan mepet-mepet. Biasanya form ADS udah tersedia mulai bulan Juli. Harus dikirim sekitar pertengahan September. Jadi persiapkan waktu ya.

3. mereka akan terima banyak sekali form (taon lalu sekitar 3000-an), jadi usahakan punya kita tampak special ato unik. Biar agak diperhatikan gitu. Ini sama halnya kalo mau masukin lamaran apapun. Unik itu maksudnya, rapi (masing-masing copi di kasi map ato apa gitu), tidak kotor ato lecek, tulisan bisa dibaca. Jadi bukan yang aneh-aneh, misalnya di kasi pita, ato pernak-pernik aneh. Ntar dipikir mau ngasi souvenir. Kecuali kalo bidang yang kita pilih berhubungan dengan art, boleh aja sih, asal jangan berlebihan. Tapi kupikir kayanya juga kurang relevan deh.

4. kalo application form kita lolos dan dapet panggilan (biasanya sekitar bulan November ato desember), kita akan dapet surat. Oya, waktu nulis alamat rumah yang jelas ya. Jangan sampe mereka salah kirim ato suratnya ga sampe. Cara lain untuk tau kita dipanggil ato ga, kita bisa cek di website nya (http://www.adsjakarta.or.id/)

Surat itu isinya panggilan untuk ikut tes IELTS dan wawancara. Trus juga ada dua buku yang jelasing mata kuliah yang ditawarkan dan kampus yang tersedia. Pada tahap ini kita diharapkan untuk memilih course dan campusnya. Pilih 2 ato 3, tentukan prioritasnya. Soalnya ntar bakal ditanya saat wawancara.

Oya, jangan sekali-sekali kita berhubungan langsung dengan uni berkaitan dengan application kita. Mereka (ADSnya) ga suka. Mereka yang akan urus itu untuk kita. Kalo kontak uni untuk konsultasi tentang bidang studi ato nanya soal research, boleh-boleh aja. Bahkan kalo ngambil Phd ato master by research, kita malah dianjurkan.

5. Tes IELTS.
Yah, pokoknya ikutin aja tesnya deh. Aku Cuma bisa ngasi tips sedikit untuk writing. Kalo tugasnya Cuma minta kamu nulis 150 ato 250 kata, coba sebisa mungkin untuk memenuhi itu. Jangan kurang dan jangan lebih. Kalo kurang, jelek. Kalo lebih, mereka ga akan baca ato nilai kelebihannya itu. Mereka cuma nilai berdasarkan yang 250 itu aja. Dan itu artinya rugi untuk kita. Karena dalam penilaian mereka, karangan harus punya introduction, isi dan kesimpulan. Jadi usahakan 3 hal itu ada dalam 150 ato 250 kata yang diminta. Bukan berarti kita harus bener-bener pas, cuma kurang lebih lah (10% toleration). Jadi bukan semakin banyak, semakin bagus. (Ini aku taunya setelah aku disini, so aku juga melakukan kesalahan yang sama, berusaha menulis sebanyak-banyaknya)

Ingat waktunya terbatas. Jadi konsep di kepala harus beres dulu sebelum nulis. Daripada ga karuan nanti hasilnya.

6. Wawancara
berdasarkan pengalaman ku itu, mereka tanya soal :
– bidang studi yang kita ambil
– apa yang kita lakukan setelah lulus
– manfaat buat Indo (gombes dikit, tapi jangan keterlaluan ya. Mereka bukan orang bodoh lho.)
– kenapa kamu mau sekolah di luar negeri sedangkan mestinya kamu bisa ngambil di sini. (ini pertanyaan yang bagiku susah dan tidak terduga pada saat itu, akhirnya aku jawab, “Ini berkaitan dengan keinginan saya untuk jadi HR consultant. Saya harus punya pengalaman international biar bisa menangani perusahaan multi national” Kira-kira gitu deh)
– pengetahuan tentang latar studi kamu
– pekerjaan

kayanya sekitar itu deh. Yang wawancara biasanya satu cowok and satu cewek. Salah satunya dari Indo, sedangkan yang satunya dari Aussie.

7. Tunggu hasilnya. Sekitar bulan Feb ato awal mar udah keluar. Bisa cek di website. Kalo lolos, masuk tahap selanjutnya, preparation course di IALF. Kalo ga, siap-siap buat daftar lagi ya…

ok, itu untuk yang Aussie.

Belanda

Ini yang paling costly, menurutku.
1. sama seperti yang di Aussie. Cuma kayanya dokumennya ga sebanyak yang di aussie. Cek lagi di formnya.

2. sebelum berniat untuk apply beasiswa, kita harus punya letter of offer dari salah satu uni di Belanda. Jadi harus apply dulu ke uni nya. Cari course dan uni bisa on line kok. Apply nya juga bisa on line. Pas aku ngelamar ke Twente, aku juga sempet interview lewat telp. Nah ini yang mahal, karena aku yang nelp, bukan mereka. Yang kedua, aku juga harus kirim fotokopi dokumen. Mereka ga mau nerima yang discan aja. (padahal kan lebih murah…)
waktu itu aku juga sempet di suruh bikin satu tugas, dikasih waktu 48 jam, n jawabannya di kirim lewat imel.

3. waktu yang diperlukan untuk apply ke uni kurang lebih 1 bulan. Jadi persiapkan waktu sebelumnya ya. Lebih awal, lebih baik. Kalo emang niat, jangan daftar 1 uni aja. Harus punya cadangan kalo ditolak.

4. kalo mereka nerima, mereka akan kirim letter of offer. Ini difotokopi, terus sertakan dalam form aplikasi beasiswa yang harus dikirim.

5. biasanya pembukaan sekitar bulan feb dan ditutup bulan april. Tapi cek lagi. Sapa tau aku salah.

6. pengumuman akan dikasi tau lewat imel.

7. oya, salah satu persayaratannya adalah pengalaman kerja min 2 taon. Kayanya ini lumayan signifikan. Jadi kalo belon dua tahun, agak kecil peluangnya.

Inggris
1. ga banyak dokumen yang harus dilampirkan. Cuma ngisi formnya, ajubilah….. butuh banyak pencerahan kayanya. Hehehe….

2. untuk yang inggris kita ga usah daftar ke uni dulu, sama sperti aussie.

3. kayanya aku juga kurang banyak tau deh soal inggris, cari di website aja yah….. hehehe…..

Trus ini ada beberapa pertanyaan yang sempet ditanyain. Aku akan coba jawab sebisaku. Bener apa ga nya relative ya…

1. kalo udah S2 bisa ambil S2 lagi ga?

Bisa, asal ga ketauan. Kita mesti persiapkan jawaban yang meyakinkan kalo ditanya tentang kegiatan apa aja setelah lulus S1. kalo punya pekerjaan si ok, apalagi jadi dosen. Tapi kalo ga punya, risky deh. Ntar ketauan.

Jawaban ini bukan ngajarin buat boong lho ya. Pinter-pinter nya aja deh nyari alesan. Tapi bisanya mereka ga mau ngasi yang sudah S2 untuk ngambil S2 lagi. Mereka mau kasih kesempatan untuk yang lain. Tapi ada teman sekelas yang bilang, kalo ada yang berhasil begitu. Bahkan ada juga yang sedang ngambil S2 dalam negeri tiba-tiba dapet. Dia bisa cuti yang dalem negeri, ntar diterusin setelah pulang.

2. untuk kuliah S3 di aussie susah ga?

Waduh, kalo soal susah ga nya aku ga tau. Tapi kayanya banyak yang berhasil tuh. (ga pernah denger ada yang gagal si) mostly akan berhubungan dengan research. Jarang di kelas. Gitu katanya. Kalo dapet ADS, dapet jatah 4 taon. Kalo ngambil Phd, harus pinter-pinter ngatur waktu. Jangan kebanyakan main n santai, ntar ga selesai. Soalnya kan kita ngatur waktu kita sendiri. Oya, kalo ADS, kita akan dibiayain satu tiket pulang pergi, kalo kita harus ngambil data di Indo. Ini tergantung dengan research yang diambil, perlu ga ambil data di Indo.

If you have any more questions, please ask. Although I might not know the answer, I’ll try my best to find out ok.

Artha Nugraha Jonar
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
https://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.