about life

Garis Komando Militer

Dalam menjalankan suatu kegiatan, saya sangat menyukai dengan tipikal garis komando di lingkungan militer. Bukan gaya kepemimpinannya, tetapi bagaimana suatu informasi itu mengalir.

Karena itu di suatu organisasi atau perusahaan ada yang dinamakan struktur organisasi.

Struktur organisasi dibuat sedemikian efektif dan efisien dengan berlandasakan pada budaya organisasi, tidak terlalu melebar atau tidak terlalu dalam. Bagi teman-teman yang gandrung mempelajari tentang organisasi, pembuatan struktur ini menjadi sangat penting. Kita dengan mudah dapat mendeskripsikan perusahaan tersebut dengan hanya melihat struktur organisasi.

Mengapa jangan terlalu melebar dan terlalu dalam?

aliran informasi jawabannya. Struktur organisasi yang terlalu melebar dan atau dalam akan membuat aliran informasi menjadi lebih lambat dan sangat dimungkinkan terjadi distorsi informasi. Masih ingat tidak, pada saat di kegiatan perkemahan pramuka ada permainan di mana kita harus menyampaikan informasi kepada kawan di depan kita.

Garis Komando

Seperti kegiatan kemiliteran, perintah menjalankan suatu instruksi harus selalu dari atasan, karena itu dalam kemiliteran, pemimpinnya disebut komandan (command) karena hanya dari dialah yang memberikan perintah.

ragu-ragu lebih baik kembali

Pada saat saya SD, saya mengikuti beladiri Karate. Latihannya berada di markas militer di kota saya. Ada slogan yang sangat menarik bagi saya.
“Ragu-ragu lebih baik kembali”.
Pada saat itu, saya tidak memahami maksud slogan tersebut. Ternyata, ketika saya mempelajari organisasi kemiliteran, slogan ini dimaksudkan bagaimana suatu perintah harus dijalankan secara absolute dengan informasi yang valid. Jika timbul keraguan dan menentang perintah itu dengan menjalankan menurut caranya sendiri, artinya prajurit itu sudah desersi. Tidak pernah prajurit melakukan kesalahan kecuali dia sudah desersi. Semua kesalahan ditanggung oleh komandan sang pengambil keputusan yang absolut.

Apakah Kreatifitas harus dimatikan?

wow, jangan. Dalam kemiliteran justru kreatifitas sangat diperlukan. Ingat, kemajuan teknologi seringkali justru triggernya dari dunia militer, internet ini contohnya. Hal ini membuktikan bahwa kreatifitas sangat diperlukan. Akan tetapi setiap keputusan yang menjadi perintah tidak boleh didiskusikan lagi.
Menurut saya, hal ini sangat cocok kalau kita menggabungkan dengan konsep PDC (Plan-Do-Check).
Berdiskusi mengenai konsep ada di sisi planning. Bergerak menjalankan keputusan hasil diskusi di lingkaranAction/Do dan melakukan corrective action/checking setelah menjalankannya.

Artha Nugraha Jonar
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
https://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.