Kenali Penyebab Nyeri Perut Bawah Saat Hamil Berikut Ini
Sharing

Kenali Penyebab Nyeri Perut Bawah Saat Hamil Berikut Ini

Kenali Penyebab Nyeri Perut Bawah Saat Hamil Berikut Ini
pixabay.com

Ketika hamil, wajar saja kalau Anda menjadi paranoid dengan berbagai hal yang dirasakan tubuh, terutama di bagian perut. Tidak sedikit wanita yang merasakan nyeri perut bawah saat hamildan langsung merasa ketakutan karena khawatir ada yang bermasalah dengan kandungannya. Secara umum, nyeri perut atau kram perut ketika hamil merupakan hal yang wajar. Meski demikian, ada bebreapa kondisi nyeri perut yang memang berbahaya dan harus segera mendapatkan tindakan medis.

Nah, simak beberapa informasi mengenai penyebab nyeri perut bawah saat hamil berikut ini supaya Anda bisa mencari solusi terbaik saat mengalaminya:

Ukuran rahim yang mengalami perubahan

Bayangkan saja, rahim yang tadinya kecil harus bisa menampung janin dan juga air ketuban dengan jumlah yang cukup banyak. Rahim pun harus menyesuaikan diri dan mengubah ukuran menjadi lebih besar. Nah, proses perubahan ukuran rahim ini terjadi melalui peregangan jaringan ikat tau ligamen yang terdapat di bagian bawah perut. Ketika hal ini terjadi, maka ibu hamil akan merasakan perut bagian bawah seperti tegang dan tertarik, yang diikuti dengan rasa kram atau nyeri. Namun hal ini sangat wajar dan tidak berbahaya, kok.

Ketika mengalami hal ini, Anda bisa mencoba untuk duduk atau berbaring dan mencari posisi senyaman mungkin. Biasanya, rasa sakit ini tidak akan berlangsung lama dan akan berkurang ketika Anda dalam keadaan rileks. Atau Anda juga bisa menyibukkan diri dengan melakukan aktivitas yang disukai misalnya saja menonton drama Korea atau YouTube, mendengarkan musik, maupun melukis. Hiburlah diri Anda dengan aktivitas menyenangkan supaya rasa sakitnya tidak terlalu terasa.

Adanya gas yang berlebih selama hamil

Ketika hamil, maka terjadi perubahan hormon di dalam tubuh yang juga menyebabkan perubahan sistem pencernaan. Adanya hormon progesteron yang cukup tinggi menjadikan sistem pencernaan melambat, sehingga tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna makanan. Ketika hal ini terjadi, maka makanan yang mengendap di usus besar akan mulai mengeluarkan gas yang akhirnya menjadikan perut terasa kurang nyaman, begah, dan juga nyeri.

Untuk mengatasinya, pastikan Anda selalu mengonsumsi makanan sehat yang mudah dicerna oleh tubuh. Sebiasa mungkin konsumsi real food dan hindari makanan olahan yang terlalu tinggi lemak atau sodium. Selain itu, Anda juga perlu banyak minum air putih yang bisa membantu memaksimalkan pencernaan dan mengurangi produksi gas di dalam perut yang menjadikan munculnya rasa nyeri ataupun kram.

Usai berhubungan seks

Melakukan hubungan seks sangat hamil sangat diperbolehkan, terutama setelah melewati trimester pertama. Namun kadang ibu hamil merasakan kram atau nyeri yang hebat setelah berhubungan seks. Hal ini bukan karena rahim dalam bahaya, namun disebabkan orgasme yang dialami dan menimbulkan denyutan pada bagian vagina serta rahim. Denyutan inilah yang menjadi penyebab munculnya rasa nyeri di perut bagian bawah.

Karena merupakan hal yang normal, Anda tidak perlu cemas ketika mengalami hal ini setelah berhubungan seks. Tapi untuk mengurangi efeknya, pastikan berhubungan seks dengan perlahan dan diawali pemanasan terlebih dahulu. Selain itu, ketika rasa nyeri terjadi, mintalah suami untuk memijat dengan lembut bagian punggung karena bisa membantu meredakan kram di perut bagian bawah.

Yang harus dilakukan ketika mengalami nyeri perut bawah saat hamil

Saat Anda mengalami nyeri perut bawah, jangan panik dulu dan cobalah untuk mengenali penyebabnya. Beberapa hal ini juga bisa dilakukan untuk memperbaikikondisi Anda:

Konsumsi obat pereda nyeri

Nyeri perut berkepanjangan bisa diredakan dengan mengonsumsi obat khusus. Tapi pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter karena saat hamil, Anda tidak bisa meminum sembarangan obat. Hanya obat yang diresepkan oleh dokter saja yang bisa dikonsumsi sesuai dosis yang sudah ditentukan. Tapi jika rasa nyeri disebabkan 3 hal yang sudah dijelaskan sebelumnya, maka tak perlu konsumsi obat karena nyeri tersebut bisa hilang dalam waktu cepat.

Lakukan olahraga

Berolahraga juga bisa membantu agar otot panggul dan rahim menjadi lebih kuat sehingga mengurangi gejala nyeri yang Anda rasakan. Yoga atau pilates merupakan contoh olahraga yang sangat dianjurkan saat hamil. Tapi beberapa jenis olahraga lainnya seperti renang dan jalan kaki juga bisa Anda lakukan jika memang tubuh dalam kondisi fit dan sudah mendapatkan izin dari dokter.

Hindari melakukan gerakan tiba-tiba

Peregangan pada otot ligamen yang menimbulkan rasa nyeri akan semakin parah kalau Anda sering bergerak dengan tiba-tiba. Ketika batuk, tertawa, atau bersin, biasanya ada tarikan pada tubuh yang menyebabkan otot juga ikut tertarik. Maka dari itu, hindari melakukan gerakan secara tiba-tiba dan cobalah untuk menggerakkan pinggul ketika batuk, tertawa, atau bersih, sehingga penarikan otot tidak terjadi terlalu parah.

Yang terakhir tapi tak kalah penting, pastikan Anda tidak stres ketika hamil. Stres juga bisa memperparah gejala apapun yang Anda alami. Cobalah untuk selalu mencari aktivitas positif atau menceritkan kekhawatiran Anda kepada pasangan. Jangan lupa, ketika mengalami kondisi medis yang serius, segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Artha Nugraha Jonar
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
https://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.