Memilih Sebagai Pekerja
Sharing

Memilih Sebagai Pekerja

Artikel ini telah 10 kali dibaca
www.pexels.com collection

Bekerja adalah suatu pilihan. Yups sebagai manusia yang bebas, tentu manusia diberikan kebebasan untuk melakukan apa saja. Namun terkadang sesuatu yang dipilih malah menjadikan ketidaknyamanan pada diri sendiri, termasuk pilihan dalam bekerja.

Sejatinya tidak ada satupun hal yang memaksa kamu untuk bekerja. Ya, mungkin saja kamu beralasan bahwa kita tidak mendapatkan uang jika kita tidak bekerja, tapi kan kamu masih bisa memilih bagaimana cara untuk mendapatkan uang.

Bahkan ketika memilih pekerjaan yang saat ini kita jalankan tidak ada satupun yang memaksa untuk memilihnya.

Yang perlu disadari bahwa kita sudah memberikan sepertiga waktu dalam satu hari untuk bekerja. Inipun jika asumsi kita bekerja selama delapan jam sehari, bisa jadi kurang atau lebih dari sepertiga waktu yang kita jalani.

Sekali lagi kitalah yang memilih sepertiga kehidupan kita untuk bekerja di suatu tempat. Bertemu dengan orang lain, menghadapi sesuatu yang harus kita kerjakan.

Terkadang orang lain di tempat kerja kita membuat tidak nyaman ataupun ada keadaan yang dimana kita tidak dapat menyelesaikan suatu tugas. Sebaliknya ada suatu keadaan yang nyaman, rekan kerja yang saling mendukung dan dengan kekeluargaan yang tinggi. Begitu juga tugas-tugas bisa kita selesaikan dengan tepat waktu.

Namun yang harus kita sadari pekerjaan itu hanya suatu kata untuk menggambarkan suatu obyek. Pekerjaan tidaklah dapat mempengaruhi keadaan kita, dan justru kitalah yang membuat apakah pekerjaan yang kita lakukan itu menjadi hebat.

www.pexels.com collection

Setiap pagi di tempat kerja saya selalu melakukan briefing pagi lintas departemen. Sesuatu yang saya sukai adalah mengamati bagaimana para pekerja menghadapi paginya. Ada yang datang terlambat, ada yang dengan malas mengikuti briefing, ada pula yang tubuhnya berdiri di situ entah jiwanya melayang di mana, kosong….
Namun di sisi sebaliknya, banyak pekerja yang bergegas datang ke kantor pagi sekali, membuka layar komputernya. Membaca email, menyiapkan apa yang akan dikerjakan pada hari ini dan menyiapkan masterpiece-nya hari ini.

Pekerjaan akan dibentuk dari diri kita sebagai penggeraknya. Bagaimana keadaan pekerjaan itu akan dipengaruhi bagaimana kita menyikapinya. Ingat kita adalah manusia dan bukan robot yang hanya mengerjakan pekerjaan selama delapan jam dengan begitu saja. Kita bisa melakukannya dengan cara nyaman kita.

Jika kita sudah memilih sebagai pekerja, maka siapkan mental juara kita. Jadikan setiap hari untuk menciptakan masterpiece kita.

Artha Nugraha Jonar
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
http://www.arthanugraha.com
Artikel ini telah 10 dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.