Memulai Program Bank Sampah di Lingkungan Rumahku

Rasanya masalah sampah ini sudah menjadi masalah kita bersama. Meski demikian setelah saya coba gali lebih lanjut, ternyata salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan sampah yaitu dengan menjalankan bank sampah. Saya jadi tertarik untuk juga ikut memulai program bank sampah ini di lingkungan rumah.

Permasalahan sampah ini sudah sedemikian pelik. Meski di beberapa perumahan kita sudah jumpai ada petugas yang secara rutin mengambil sampah, tetapi permasalahan tidak berhenti sampai disitu saja. Ada beberapa permasalahan yang timbul, antara lain:

  • Sampah tidak bisa setiap hari diambil, sementara rumah kamu tetap menghasilkan sampah setiap harinya.
  • Problem selanjutnya adalah pada tempat pembuangan akhir yang terbatas.

Pilah Sebelum Buang

Salah satu hal yang dapat mengurangi jumlah sampah adalah dengan cara memilah terlebih dahulu barang-barang yang tidak terpakai. Maksudnya adalah barang-barang yang memang tidak bergunalah yang memang betul-betul masuk ke dalam kotak sampah. Sementara yang lainnya, jika masih bisa diolah atau dimanfaatkan lebih lanjut jangan dimasukkan ke dalam tempat sampah.

Misalnya sampah organik yang berasal dari bekas potongan-potongan sayur, dapat dimanfaatkan untuk diolah dan dijadikan kompos. Sementara sampah dari botol plastik, masih dapat dipilah untuk dimanfaatkan sebagai wadah ataupun dijual lagi.

Konsep Bank Sampah

program bank sampah
Gambar oleh jacqueline macou dari Pixabay

Bank Sampah pada dasarnya berprinsip seperti bank pada umumnya. Hanya saja yang disimpan adalah dalam bentuk sampah tertentu yang dikonversikan dengan uang. Pencatatan yang dilakukan bisa dalam bentuk berapa jumlah sampah yang masuk, bisa berupa jumlah botol, berat ataupun bisa juga pencatatannya langsung dalam jumlah uang yang sudah dikonversikan dari sampah yang dikumpulkan.

Usulan Saya di Lingkungan Rumah

Dari program bank sampah ini, saya coba mengusulkan ke lingkungan rumah saya untuk menerapkan bank sampah. Usulannya bentuk bank sampah ini akan berupa pengumpulan botol plastik bekas. Alasannya adalah botol plastik bekas sering ditemukan di tempat sampah di lingkungan rumah. Selain itu botol plastik juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi sehingga mudah untuk mencari pengepulnya.

Namun sebelum mengajukan program bank sampah ini, saya coba untuk mengadakan jajak pendapat terlebih dahulu terhadap warga di lingkungan rumah. Isi jajak pendapatnya menyangkut tentang persetujuan terhadap program bank sampah ini. Karena pengelolaan sampah sudah terpadu menjadi satu cluster yang kebetulan berada dalam satu RW, maka jajak pendapat ini diambil dari populasi seluruh warga RW. Pada jajak pendapat tersebut, akan dibagikan lembaran konsep bank sampah yang akan dijalankan, kemudian tinggal memilih setuju atau tidak jika diadakan program bank sampah.

Dari hasil jajak pendapat ini, nantinya akan dibawa ke rapat pengurus RW. Jika hasil nantinya program bank sampah ini disepakati untuk dijalankan, maka akan dilakukan beberapa persiapan berikut:

1. Penentuan Pengurus Awal

Untuk memulai program bank sampah, maka perlu dibentuk kepengurusan awal. Nantinya tugas dari pengurus awal ini adalah melakukan persiapan terbentuknya bank sampah. Adapun beberapa aktifitas yang harus dilakukan oleh pengurus awal antara lain:

  • Mencari dan mempersiapkan tempat untuk mengumpulkan sampah
  • Mencari pengepul yang akan membeli botol plastik bekas.
2. Melakukan Sosialisasi Kepada Warga

Proses selanjutnya adalah mengadakan edukasi kepada warga, terutama mengenai jenis botol plastik yang bisa dipilah, kemudian prosedur untuk menaruh botol plastik di tempat penampungan.

3. Melakukan Persiapan Pembukuan dan Administrasi

Pada saat awal, pencatatan transaksi dapat dilakukan melalui file worksheet di Google Drive yang dishare secara public. Tujuannya adalah pencatatan transaksi ini transparan dan dapat diaudit oleh semua orang. Namun untuk lebih lanjutnya, sangat memungkinkan jika dibuatkan aplikasi khusus, bisa berupa aplikasi berbasis website ataupun berbasis android.

Selanjutnya tinggal melakukan kegiatan rutin dan terus memberikan edukasi kepada warga mengenai kegiatan bank sampah. Jika kegiatan bank sampah ini terlaksana, semoga bisa mengatasi masalah sampah yang terjadi di lingkungan rumah.

Beberapa hal lebih lanjut yang bisa dilakukan misalnya bekerja sama dengan perusahaan untuk pengolahan sampah agar bank sampah bisa menerima jenis barang yang lebih banyak. Selain itu, warga juga bisa mendapatkan laporan secara berkala mengenai volume sampah dari saat ke saat, dengan tujuan melihat penurunan sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.