Menggantung Kantong Plastik Sampah

Pagi ini ketika saya mendengar suara motor bapak yang biasa mengambil sampah di rumah, saya tiba-tiba teringat tentang kebiasaan membuang sampah waktu saya tinggal di Tangerang dulu.

Seperti kebiasaan di mana-mana, sampah biasanya akan dikumpulkan dalam satu kantong plastik, baru kemudian dibuang di tempat sampah yang berada di luar rumah untuk menunggu diambil oleh yang mengambil sampah. Biasanya proses pengambilan sampah dilakukan setiap beberapa hari sekali.

Nah, ketika pertama kali berada di lingkungan tempat tinggal saya di Tangerang itu, saya heran kenapa orang-orang ini malah menggantung kantong plastik yang berisi sampah di pagar rumah mereka. Ah sayangnya saya tidak punya foto kantong-kantong plastik tersebut, namun ilustrasinya kurang lebih seperti gambar berikut:

Menggantung Kantong Plastik Sampah
ilustrasi dari kaltim.tribunnews.com

Kenapa mereka tidak menaruh langsung di tempat sampah mereka, padahal mereka memiliki tempat sampah di rumah masing-masing?

Akhirnya pertanyaan ini terjawab ketika saya membuang sampah di tempat sampah depan rumah. Setelah saya membuang sampah, pada pagi hari saya melihat bahwa kantong plastik yang saya buang tersebut sudah hilang, namun isi sampahnya malah dibuang ke dalam tempat sampah. Wah ternyata ini sebabnya. Usut punya usut, ternyata kantong plastik tersebut diambil oleh pemulung, namun mereka hanya mengambil kantong plastiknya saja. Mungkin juga sekalian mengorek isi sampahnya, siapa tahu ada yang bisa mereka ambil.

Namun tindakan pemulung ini malah bikin kotor tempat sampah tersebut. Sampahnya jadi berserakan, belum lagi jika ada sampah dapur, hadehhhhh. Beruntung yang mengambil sampah mau mengambil langsung sampah-sampah yang berserakan tersebut dengan sapu lidi dan serokan.

Dari kejadian tersebut akhirnya saya sadar bahwa karena hal inilah banyak kantong plastik yang berisi sampah yang digantung di pagar. Karena saya tidak suka dengan ini, maka saya pada saat itu memilih menaruh sampah di dalam bak plastik di dalam rumah, dan jika ada yang mengambil sampah baru saya keluarkan. Sayangnya terjadi pergantian proses pengambilan sampah, dimana yang mengambil sampah bukan dari orang setempat, tetapi langsung dari truk sampah. Nah, jadwal truk sampah ini yang seringkali tidak konsisten. Akhirnya sayapun ikutan untuk menggantungkan sampah plastik tersebut di pagar.

Sebetulnya harus ada pola baru lagi sih mengenai penggunaan kantong plastik. Mengingat kantong plastik ini juga akan menjadi masalah di tempat pembuangan akhir nanti karena tidak mudah terurai. Namun di tempat saya sekarang malah mewajibkan memakai kantong plastik agar lebih efisien pada saat dibuang. Wah kayaknya harus dipikirkan cara lebih baru nih.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.