Pengalaman Menggunakan Aplikasi Waze
Review

Pengalaman Menggunakan Aplikasi Waze

Pengalaman Menggunakan Aplikasi Waze

Kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya menggunakan sebuah aplikasi navigasi yang bernama Waze.

Pada awalnya aplikasi Waze dimiliki oleh perusahaan dari Israel dan kemudian dibeli oleh Google untuk dikembangkan dan diintegrasikan dengan layanan Google lainnya. Saya menggunakan aplikasi Waze berbasis Android pertama kali pada sekitar tahun 2014-an. Ketika itu saya tinggal di kota Tangerang dan sering harus mengemudi ke Jakarta, di mana Jakarta sangat luas dan saya tidak hapal sama sekali dengan jalan-jalan di Jakarta. Selain itu, aplikasi Waze juga sangat membantu saya jika terjadi kemacetan di Jakarta. Belakangan, intensitas pemakaian aplikasi Waze saya lebih sering. Meski saya sudah tidak tinggal di kota yang kemacetannya luar biasa, saya sering menjelajah kota-kota dimana saya belum pernah kunjungi dengan Waze dan sangat membantu mengantarkan saya menuju tempat tujuan yang saya inginkan. Bahkan setiap haripun saya menggunakan Waze, baik itu aktifitas mengantarkan anak ke sekolah, ke kantor ataupun kemanapun tujuan saya.

Mengenai Waze

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, Waze awalnya dimiliki oleh perusahaan start-up dari Israel, lalu kemudian dibeli oleh Google. Namun dari informasi wikipedia, perusahaan pengembang Waze masih menjalankan usahanya di Israel. Dari website Waze, didapati juga kalau perusahaannya masih beralamat di Israel

Waze adalah aplikasi berbasis mobile dan tersedia di Playstore untuk sistem operasi Android dan Appstore untuk yang berbasis IOS. Untuk memakainya, kita tinggal mengunduh aplikasinya melalui market place aplikasi, kemudian mendaftarkan diri kita untuk mendapatkan akun.

Fitur Waze yang Saya Gunakan

di aplikasi Waze banyak fitur yang disediakan, namun tidak semua fitur saya gunakan. Hanya beberapa fitur saja yang selalu saya gunakan, antara lain:

Navigasi

Pengalaman Menggunakan Aplikasi Waze

Fitur utama dari aplikasi Waze ini adalah navigasi menuju ke tempat tujuan. Kita tinggal memasukkan alamat yang kita akan tuju, kemudian Waze akan merekomendasikan tempat yang akan kamu tuju berdasarkan list yang dimiliki.

Namun jika lokasi yang ingin kamu tuju tidak ada di list, maka Waze masih punya list berdasarkan Place dan juga google.

Setelah lokasi kamu dapatkan, maka Waze akan mengarahkan kamu ke tempat tersebut dengan memberikan informasi perkiraan jarak tempuh, lama tempuh hingga waktu ketibaan di tempat tersebut. Selain itu Waze juga mempunyai algoritma untuk memberikan rute yang terbaik jika jalan menuju tempat yang ingin kamu tuju mengalami kemacetan.

Pengalaman Menggunakan Aplikasi Waze

Fitur lainnya adalah pencarian rute berdasarkan plat nomer. Di Jakarta kita akan mengalami batasan akses jalan berdasarkan angka pada tanggal. Jika tanggal ganjil, maka pada jalan tertentu hanya boleh kendaraan dengan plat nomer paling belakang yang ganjil saja yang boleh mengakses jalan tersebut, dan pemilik plat nomer genap tidak boleh mengakses jalan tersebut. Begitupun juga jika pada tanggal genap. Kebijakan ini dikenal dengan kebijakan Ganjil-Genap. Aplikasi Waze memberikan algoritma khusus untuk mengakomodir kebijakan ganjil-genap ini. Kita tinggal memasukkan plat nomer kita, maka Waze akan mengolahnya untuk memberikan navigasi kepada kita.

Report

Waze memberikan modul pelaporan pada pengguna. Total ada sebelas modul report pada Waze, antara lain:

Traffic
Digunakan untuk melaporkan kemacetan yang ditemui di perjalanan.

Police
Digunakan untuk melaporkan keberadaan petugas kepolisian.

Crash
Digunakan untuk melaporkan kejadian kecelakaan

Hazard
Digunakan untuk melaporkan jika ada kejadian atau kondisi yang memerlukan perhatian.

Gas Price
Digunakan untuk melaporkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di suatu SPBU.

Map Chat
Digunakan untuk memberikan komentar / foto tertentu untuk suatu lokasi.

Map Issue
Digunakan untuk melaporkan jika terjadi ketidaksesuaian dengan peta yang ditampilkan.

Place
Digunakan untuk mendokumentasikan lokasi yang kita tuju.

Road Side Help
Digunakan jika kita memerlukan bantuan dari orang lain.

Camera
Digunakan untuk melaporkan adanya CCTV di jalan yang kita lalui.

Closure
Digunakan jika ingin melaporkan adanya penutupan jalan.

Dari kesebelas fitur ini, yang paling sering saya pakai adalah report Traffic. Alasannya adalah karena saya merasa informasi inilah yang paling dibutuhkan oleh pengguna Waze. Alasan yang lainnya adalah saya belum begitu hapal dengan masing-masing report lainnya, dan pada saat sedang mengemudi, saya agak susah melihat informasi apa di dalam masing-masing report. Jadi hingga saat ini, report trafic inilah yang paling sering saya gunakan.

SPBU Terdekat

Ketika berada di perjalanan jauh, hal utama yang harus dipastikan adalah ketersediaan bahan bakar. Dengan adanya fitur SPBU terdekat, sangat membantu saya untuk melakukan kalkulasi, kecukupan bahan bakar yang saya miliki. Fitur SPBU terdekat berada pada rangkaian titik pemberhentian dari jalur yang sudah ditetapkan oleh Waze yang menuju ke tempat tujuan kita. Selain SPBU, kita juga bisa menambahkan tempat makan atau cafe yang mungkin diperlukan jika kita ingin beristirahat.

Suka dan Duka

Sebagai pengguna aplikasi Waze yang cukup lama, saya mau ceritakan sedikit pengalaman menggunakan aplikasi Waze. Aplikasi ini memang memberikan saya banyak pengalaman baik suka maupun duka. Duka ini dalam artian kejadian yang tidak menyenangkan ya.

Sukanya adalah karena saya sangat terbantu ketika berada di tempat yang tidak saya tahu jalannya, Waze memberikan saya panduan untuk menuju tempat tersebut. Selain itu Waze juga memberikan informasi waktu ketibaan saya di tempat tersebut.

Dukanya adalah ketika aplikasi Waze beberapa kali membawa saya ke jalan yang sangat sulit dilalui oleh mobil. Misalnya saja pada saat saya berada di kawasan Kawah Putih Bandung. Aplikasi Waze telah membawa saya melalui jalanan di area kebun teh, padahal jalan tersebut bukan merupakan jalan utama. Dan di belakang mobil saya juga ada yang melewati jalan tersebut karena sama-sama menggunakan aplikasi Waze.

Cerita lainnya adalah pada saat saya menuju ke Toya de Vasa di Bali. Saat itu saya dilewatkan melalui jalan-jalan di gunung dengan jalanan yang amat curam dan berada di tepian jurang. Sepanjang perjalanan hampir semua diliputi kabut, sehingga akses jalan tidak terlihat. Memang sih pada akhirnya sampai ke tempat tujuan, namun perjalanan itu menjadi perjalanan yang tidak terlupakan. Entah ini cerita suka apa duka ya, hehehe.

Dari kisah suka dan duka tersebut dan semua pengalaman saya selama menggunakan aplikasi Waze, saya memberikan penilaian bahwa aplikasi Waze ini sangat membantu saya. Apalagi aplikasi Waze ini berangkat dari crowd report, jadi semakin banyak yang memberikan informasi melalui reporting, maka aplikasi Waze ini semakin akurat informasinya.

Demikian pengalaman menggunakan aplikasi Waze dari sudut pandang saya sebagai pengguna. Semoga informasi ini bisa bermanfaat.

Artha Nugraha Jonar
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
http://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.