pemberdayaan

Re-Inviting Business Process Based on ERP Database

Re-Inviting Business Process Based on ERP Database
Tulisan ini merupakan catatan pertemuan ALTIUS & IPOMS Surabaya Study Group
Dalam materi kali ini disampaikan mengenai pemanfaatan ERP database di dalam melakukan re-inviting Business Process. Tentu tujuan akhirnya adalah tercapaikan efektifitas dan efisiensi.
Penggunaan ERP dikalangan industri, khususnya yang mempunyai proses bisnis  yang kompleks sudah sangat lazim digunakan. ERP Software sendiri, baik yang ditawarkan oleh vendor-vendor ERP besar seperti SAP, Oracle, Microsoft maupun INFOR atau juga ada yang membuat ERP in-house.
Tujuan utama dari ERP sendiri adalah agar proses pencatatan data antara proses bisnis bisa tercapai karena adanya orchestration yang dikelola oleh ERP.
Meski demikian, implementasi ERP juga kadang tidak sepenuhnya mudah. Perlu ada komitmen untuk mengikuti setiap instruksi yang ada di dalam ERP.
Ketika ERP berhasil diimplementasi, ternyata tidak membuat efektifitas dan efisiensi langsung tercapai. di dalam tahapan continues improvement, perlu melihat dan memetakan kendala yang terjadi di setiap lini proses.
Maka tahapan selanjutnya setelah ERP berhasil diimplementasikan adalah tahapan analisa. Dengan bantuan ERP, maka kita dapat melihat dengan helicopter view, bahwa ada kendala pada flow of process. Bisa jadi ada distorsi atau bisa juga terjadi kongesti yang menyebabkan adanya antrian pekerjaan ataupun pekerjaan yang overload di satu titik proses.
Jika dahulu, para business improvement melakukan proses analisa dengan cara mengumpulkan data dan mengerjakannya dengan proses statistika untuk membaca trend, akan tetapi di dalam perkembangannya saat ini telah dibantu dengan proses analisa dengan tools. Beberapa menyebutnya sebagai data warehousing, beberapa juga menyebutnya sebagai Business Intelligence.
Era Big Data, begitulah orang menyebutkan betapa data yang ada tersebut menjadi informasi yang paling berharga ketika diolah menjadi informasi.
Bahkan dengan tools tertentu seperti SAP Hana, maka data dari ERP tersebut dapat menunjukkan distorsi apa yang terjadi pada setiap proses, dimana kongesti terjadi?
dari informasi tersebut, kita dapat menentukan apakah perlu merubah proses bisnis yang ada, atau menambah/mengurangi proses yang ada.
Demikianlah data ERP tersebut diolah sebagai big data sehingga membantu kita untuk melakukan re-inviting proses bisnis.
ALTIUS & IPOMS Surabaya Study Group
Minggu, 29 Mei 2016
di Fakultas Teknik Industri ITS
pemateri Prof. Iwan Vanany,ST,MT,Ph.D
Dosen Teknik Industri UTS
Artha Nugraha Jonar
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
https://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.