about life

Review Film Otomatis Romantis

Sabtu malam ini Om teduh sama tante [papa n mamanya Tere] medapatkan undangan pertunangan anak seorang temannya di Pakuwon Indah. Nah, Andre sama Keke juga ikut ke Sidoarjo. Acara pertunangan ala Tionghoa itu berlangsung malam hari. Nah karena Om teduh gak ngerti dimana tempat acaranya, trus kami nganterin sampe ke tempat acara. Setelah itu kami jalan-jalan ke Delta sekalian nonton film sama beli DVD Romantic Princess buat Keke.

Nah, akhirnya kami memilih film yang baru kemarin tanggal 18 Januari tayang di Bioskop yaitu “Otomatis Romantis”. Dengan harapan nama besar Tukul yang menjadi salah satu aktornya menjadi jaminan bahwa film ini menjadi film yang “Gila”.

Akhirnya kami berempat masuk dan menonton film yang dibintangi oleh nama-nama besar seperti: Tarsan, Chintami Atmanegara, Tora Soediro, Wulan Goeritno dan banyak lainnya. Dan yang paling ditunggu-tunggu tentu saja aksi Tukul Arwana yang merupakan aksi pertamanya di layar lebar.

Setting awal adalah diperlihatkan adegan permainan judi Trisno yang menggadaikan sepeda motor adiknya Bambang (tora Soediro) untuk judi, padahal motor itu adalah alat transportasinya ke kantor. Dikisahkan Bambang adalah seorang pegawai administrasi yang bekerja di sebuah majalah wanita yang dipimpin oleh Marsha Timothy.

Keinginan Bambang adalah bisa mengisi artikel di majalah ini. Sampai suatu saat Bambang memberanikan diri untuk menghadap pemimpin redaksi dan memohon agar bisa mengisi artikel di majalah tersebut dengan pengalaman pernah menjadi reporter majalah pertanian di desanya. Lucunya lagi, seakan hendak menyindir rame-ramenya pejabat yang mengunjungi mantan presiden Soeharto, Bambang pun juga dengan tidak kalah bangganya menunjukkan fotonya dengan mantan orang hebat di masa orde baru tersebut.

Dan akhirnya dengan tegas Timothy menolaknya, karena ia meragukan kemampuan Bambang menganggap kalo bahasa tulisan di majalahnya berbeda dengan majalah pertanian tersebut.

Sampai suatu saat, Bambang secara tidak sengaja menjadi model di majalahnya karena model yang sesungguhnya tidak dapat datang. Awalnya Timothy menolak, tetapi karena pemasang iklan ternyata menyukai modelnya akhirnya Bambangpun menjadi model tetap untuk iklan tersebut.

Timothy yang seorang lajang, sebenarnya sudah dipaksa untuk segera menikah. Orang tuanya selalu mencontohkan kakaknya yang dianggap paling sukses, karena telah menikah dengan orang kaya dan telah memberikan cucu. Tak dinyana, pada saat berkumpul dengan kakak dan adiknya, kakaknya tersebut mengungkapkan kalo ia dan suaminya, Dave akan bercerai. Nah, si Timothy tambah tidak yakin dengan institusi perkawinan dan mereka bertiga pun bersepakat menyembunyikan persoalan ini di depan orang tuanya, karena takut orang tuanya shock mendengar musibah anak yang telah dibanggakan itu.

Pada suatu saat, Timothy memakai xxx, anak kakaknya menjadi model majalahnya yang bertemakan hubungan orang tua yang sibuk dengan anaknya. Pada saat itulah Dave datang ke kantor majalah tersebut dan marah-marah kepada isterinya karena menganggap anaknya telah dipekerjakan. Dave yang ternyata diperankan oleh Tukul Arwana, dengan aksinya yang kocak, sampe Wulan Goeritno yang berperan sebagai istrinya, mengaku pada saat beradu akting dengan Tukul dia tidak pernah sekalipun melihat wajah Tukul karena takut akan tertawa. Di tengah pertengkaran itu, anak kakaknya tiba-tiba hilang dan ternyata sudah ada dipelukan Bambang. Si Timothy pun tidak menyia-nyiakan dan segera mengambil foto mereka berdua.

Pada saat pengambilan foto untuk iklan di peternakan Kuda milik Dave, Bambang bertemu dengan Dave dan ia bertanya kenapa Bambang bisa akrab dengan anaknya sedangkan ia tidak pernah bisa akrab dengan anaknya. Si Bambang menyarankan untuk lebih mendekati istrinya.

Untuk mengakrabkan lagi dengan keluarganya, Dave mengundang keluarga mertuanya untuk makan malam. Pada saat itu Dave menyuruh Timothy untuk mengajak Bambang, karena ia menganggap Bambang adalah kekasih Timothy, meski hal itu sudah disangkal oleh Timothy. Pada saat makan malam itulah, keinginan cerai wulan terungkapkan secara tidak sengaja oleh Timohty yang keceplosan. Marah besarlah Tarsan. Pada saat itu ada adegan yang sangat lucu, yaitu pada saat Dave ingin mengungkapkan kata-kata terakhirnya. Kata-katanya begini : “Sudah siapkah kamu kehilangan orang sedahsyat aku?”, hehehe, jayus banget ya….

Ternyata Timothy tuh takut untuk pacaran karena dia menganggap kalo perempuan di keluarganya tuh dikutuk kalo akan mendapat pasangan yang jelek, meski mereka cantik-cantik. Contohnya kakaknya mendapat Dave yang kayak lele dumbo dan adiknya yang pacarnya dikatakan beruk. Tapi saudara-saudaranya menyemangati karena Bambang tidaklah seburuk itu. Akhirnya mereka menyarankan untuk mengikuti petunjuk sesuai tips yang ditulis oleh dirinya, yaitu cara wanita menggaet pria.

Tips yang pertama adalah memberikan yang dia mau. Timothy memberikan kesempatan Bambang untuk menulis artikel, dan ternyata tulisannya sangat tidak sesuai dengan majalahnya. Tips yang kedua adalah melakukan aksi terlebih dahulu, dan Timothy pun mencium Bambang, dan Bambang hanya beristigfar. Sampe suatu saat, Bambang datang ke ruangannya dan meminta ijin untuk meminjam uang untuk menikah. Marahlah ia karena menganggap Bambang adalah Playboy dan tukang hamilin anak orang. Akhirnya terputuslah hubungan mereka.

Dan pada akhirnya Timothy pun tahu, ternyata bukan Bambang yang menghamili tetapi kakaknya si Trisno yang menghamili dan akhirnya kakaknyalah yang menikah. Dari situ ia kembali jatuh cinta kepada Bambang.

Mmmm, film ini alurnya tertata rapi, mungkin karena ada Bang Monty Tiwa di produsernya ya dan penulis naskahnya juga bang Monty Tiwa yang emang keren abis deh. Cuma emang ada beberapa kekurangan sana-sini menyangkut kemustahilan. Misalnya, di hari serba digital ini, ngapain si Bambang fotocopy majalah edisi baru untuk arsip, benar-benar aneh. Trus pacar adiknya terlihat di ruangan kantor majalah tersebut, apakah bisa diambil kesimpulan kalo pacar adiknya adalah karyawan di majalahnya? Trus mengenai tips yang ditulisnya sendiri di edisi lima, sangat mustahil dia tidak hapal dengan tips yang ditulisnya sendiri, lagi pula dia malah minta sekertarisnya mencari majalah edisi ke lima tersebut, bukannya dia yang buat, kan mestinya dia punya arsip pribadi dalam bentuk document file kek di komputernya, benar-benar aneh.

Btw, keanehan tersebut sama sekali tidak mengganggu cerita film tersebut. Meski masih kalah lucu dengan Quikie Express, layaklah kalo film ini dapat bintang tiga dari aku. Keren dan layak untuk ditonton.

Artha Nugraha Jonar
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
https://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.