Tahapan Tumbuh Kembang Anak

tumbuh kembang anak
Gambar oleh serrano1004 dari Pixabay

Ketika bayi anda lahir, andapun akan mengalami hal yang baru dan menarik setiap harinya. Hari demi hari anda dapat melihat berbagai perubahan dari bayi anda seperti kemampuannya berguling ataupun pada saat dia mengambil langkah pertamanya dengan berani. Berbagai kejadian ini memang tampaknya seperti peristiwa yang tidak terpola, tetapi nyatanya hal tersebut berkaitan dengan tumbuh kembang anak anda.

Ketika anda melakukan kunjungan rutin ke dokter anak seringkali oleh dokter anak diberikan beberapa pertanyaan misalnya Apakah anak anda saat ini sudah berguling? Apakah anak anda suka dipeluk? Apakah dia tersenyum ketika melihat wajah lucu? Pertanyaan-pertanyaan ini sebetulnya berkaitan dengan tumbuh kembang anak. Jadi seperti apa tahapan perkembangan anak dan mengapa tahapan ini perlu diperhatikan?

Mengapa Disebut Sebagai Tahapan?

Ilustrasinya sebagai berikut. Pada suatu waktu ada seorang anak yang berbulan-bulan tidak berbicara, padahal semua teman-teman seumurannya sudah sudah berbicara tentang banyak hal. Andapun mulai bertanya-tanya apakah ada masalah dengan anak anda. Tetapi suatu saat anda mengamati bahwa anak anda tiba-tiba menjadi suka berbicara.

Belajar berbicara dianggap sebagai tonggak penting dalam tumbuh kembang anak. Sebetulnya tahapan tumbuh kembang anak tidak hanya ditentukan dengan kemampuan berbicara saja, tetapi juga aktifitas lainnya seperti berguling, menjaga kontak mata, latihan menggunakan toilet dan lain-lain.

Para profesional yang berfokus pada tumbuh kembang anak telah melakukan analisa, mengorganisasi dan membuat suatu kategori standar yang telah digunakan oleh dokter anak, peneliti, psikolog, pendidik dan orang tua untuk memantau perkembangan anak.

Meskipun pada setiap tahapan tersebut terdapat rentang usia, yang perlu diperhatikan bahwa setiap anak adalah unik dan hal tersebut juga berkaitan dengan usia yang bervariasi.

4 Kategori Area Perkembangan Anak

Pada perkembangan normal, area perkembangan anak mengacu kepada keterampilan belajar dan menguasai empat area yaitu fisik, emosional, mental dan sosial. Meskipun dikategorikan secara terpisah, namun semuanya saling terkait dan terjadi secara bersamaan di setiap tahap. 4 kategori tersebut antara lain:

  • Fisik 
    Perkembangan fisik meliputi pada keterampilan motorik seperti berguling, berdiri, berjalan, berlari dan duduk. Kemudian kemampuan dalam menjaga keseimbangan, mengubah posisi dan lain-lain. Perkembangan fisik juga termasuk dalam kemampuan menggunakan jari dan tangan untuk menggenggam, makan, menggambar, berpakaian, bermain, menulis dan lain-lain.
  • Keterampilan emosional
    Keterampilan emosional ditunjukkan dengan bagaimana dia bereaksi terhadap peristiwa dan kejadian di sekitarnya. Misalnya apakah dia tertawa ketika menemukan hal yang lucu.
  • Mental
    Perkembangan mental atau kognitif meliputi perkembangan cara berpikir, belajar, memahami, memecahkan masalah, bernalar, dan mengingat.
  • Keterampilan sosial 
    Keterampilan sosial berhubungan dengan interaksi pribadi, serta bagaimana mengembangkan dan memelihara hubungan dengan keluarga, teman dan guru. Juga berhubungan dengan kemampuan bekerja sama dan kemampuan merespons orang lain.

Berikut adalah penjelasan Dr. dr Dwidjo Saputro, SpKJ(K) tentang pentingnya keterampilan sosial dalam tumbuh kembang anak.

Pentingnya Keterampilan Sosial Pada Tumbuh Kembang Anak

Tahapan Tumbuh Kembang Anak

Ada tiga tahap dalam tumbuh kembang anak yaitu: anak usia dini, anak usia menengah, dan remaja. Berikut penjelasan masing-masing tahapan.

1. Anak Usia Dini (Mulai Kelahiran Hingga Usia Delapan Tahun)

Pada tahun pertama, pertumbuhan dan perkembangan seorang anak tampak jelas mulai dari ketika baru lahir hingga mampu berbicara dan berjalan. Selama tahun pertama ini, orang tua akan menandainya sebagai perkembangan dengan penguasaan keterampilan yang jelas.

  • Pada tahun pertama akan tampak perkembangan sosial – emosial, contohnya adalah ketika terjadi pembentukan keintiman dengan pengasuh. Pada fase ini, ikatan emosional akan sangat mempengaruhi fungsi kehidupan, kepribadian dan hubungan sosial.
  • Pada usia 3 tahin, seorang anak akan bertambah tinggi badannya dan berat badannya menjadi empat kali lipat. Pada saat itu, dia telah mampu untuk duduk, berjalan, menggunakan toilet, memakai sendok dan koordinasi tangan dan mata untuk bermain. Kemudian dia harus bisa berbicara dan mengerti antara 300 hingga 1000 kata.
  • Antara usia 3 hingga 5 tahun adalah usia pra sekolah. Seorang anak akan tumbuh dengan cepat dan mulai mengembangkan keterampilan motorik kasar dan halus. Pertumbuhan fisik akan melambat dan proporsi tubuh serta keterampilan motorik menjadi lebih halus. Pada usia 5 tahun, kosakatanya akan berkembang menjadi sekitar 1500 kata dan dia akan berbicara dalam 5 hingga 7 kata dalam satu kalimat.

Keterampilan fisik pada anak usia dini akan disertai dengan perkembangan sosial dan emosional. Seorang anak pada usia dini akan mencari orang tua atau pengasuhnya dan lingkungan sekitarnya untuk memperoleh persetujuan ketika melakukan sesuatu serta tanggapan terhadap apa yang dilakukannya.

2. Anak Usia Menengah (Usia Delapan hingga Dua Belas Tahun)

Pada usia delapan tahun, anak anda harus dapat memahami beberapa konsep abstrak mendasar, termasuk waktu dan uang. Keterampilan kognitif, kepribadian, motivasi dan hubungan interpersonalnya akan mengalami penyempurnaan. Pada tahapan ini, anda akan melihat lingkaran sosialnya tumbuh dan menjadi lebih komplek, misalnya pertemanan dengan anak-anak lain. Pada tahapan ini penting untuk melakukan integrasi antara pengembangan dalam individu dan konteks sosial.

3. Masa Remaja (Usia Dua Belas hingga Delapan Belas Tahun)

Pada masa remaja ini adalah masa pertumbuhan fisik, emosi dan kognitif yang signifikan dengan situasi baru dan disertai dengan tanggung jawab. Seringkali pada masa ini terjadi perubahan suasana hati, depresi dan gangguan psikologis. Meskipun biasanya dikaitkan dengan hormon, anak Anda akan bereaksi terhadap tantangan dan perjuangan.

Selama masa remaja akan mengalami periode pertumbuhan yang cepat. Masa remaja adalah periode penting untuk perkembangan kognitif untuk menandai transisi dalam cara berpikir dan bernalar suatu ide. Seorang anak remaja akan mendapatkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang lebih abstrak dan hipotesis. Selain itu pada tahapan ini akan memberikan langkah yang signifikan menuju kemandirian dan perkembangan emosional.

Sebuah Petualangan

Bagi Anda dan anak Anda, perjalanan dari lahir hingga bertumbuh dewasa adalah sebuah petualangan. Setiap anak akan mengalami proses yang unik. Setiap tahapan yang telah dijelaskan ini adalah sebuah panduan bagi Anda untuk melihat perkembangan anak Anda.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.