about life

Aksi mem-bully di media sosial

Trend penggunaan media sosial cukup tinggi. Terbukti banyak aplikasi yang meroket bahkan bisa membuat perusahaan yang memilikinya bisa IPO/ menjual sahamnya ke publik. Sebut saja beberapa pemain media sosial yang menjadi trend berdasarkan jumlah penggunanya, antara lain: Facebook, Twitter dan Path.

Yang lainnya sih masih banyak, tapi kita cukup membahas 3 media sosial ini saja.  Sebagai ruang publik, wajar bila sesuatu yang kita sampaikan, meski dari akun kita sendiri akan mendapat respon dari pembacanya, karena mungkin itu harapan terbesar dari kita ketika kita menulisnya.

Ada yang menulis kejadian-kejadian yang sedang dihadapi, ada yang menulis mengenai aktifitas yang dikerjakan, ada pula yang berdoa di sosial media sampai juga ada mengunggah foto. Tentu kembali dengan maksud di atas, kegiatan ini dilakukan agar mendapat respon dari pengguna lain. Mungkin kalau kita tidak ingin direspon atau dikomentari lebih baik ditulis saja dibuku harian atau melakukan setting bahwa sesuatu yang kita tulis hanya dibaca untuk kita sendiri, hehehe cukup aneh…..

Nah, sepertinya gejala sekarang adalah suatu tren untuk mendapatkan respon sebanyak mungkin dari pembacanya. Kalau di facebook, mendapat like atau comment, begitu juga di path, bisa dicomment atau di repath. Sedangkan di twitter akan direpply, mention atau retweet.

Akhirnya untuk mencapai itu semua, ditulislah suatu tulisan yang kadang seperti keluar dari otak bego plus moron, plus kadang disertai dengan kata-kata “entah berita ini benar atau tidak”. yah begitulah dunia sosial media, jika ada yang kalian anggap otaknya gila seperti user-user ini, sebaiknya jangan dikomentari lah, ntar takut ikut jadi gila juga. Dunia sosial media sebetulnya kan hanya dunia maya, ajang buat main-main dan iseng-iseng saja. Tetapi harus diingat, bahwa main-main juga ada batasannya, mirip dengan dunia nyata. ada undang-undang ITE yang jelas-jelas mengatur. Biasanya kalau sudah dipidanakan kena undang-undang ITE pelakunya biasanya pura-pura bego dan moron, plus pasang aksi menangis tersedu-sedu biar kasihan, persis mirip dengan pengemis di perempatan jalan. Padahal sebelumnya dengan gagah dia maki-maki semaunya dan menantang semua orang yang ada. Makanya, hati-hati guys dalam menulis sesuatu, membagi sesuatu apalagi jika kita tidak ketahui kebenarannya.

Nah, aksi membully di media sosial ini muncul jika kamu menyampaikan sesuatu yang menurut orang lain menimbulkan ketidaknyamanan. Jika ada orang lain berkomentar, sebaiknya anda segera minta maaf, mungkin ada hal-hal yang menyinggung perasaan orang lain, Please jadilah orang Indonesia yang baik dan benar. Jika anda malah menantang, hahaha sepertinya itu memang bakat, tabiat dan kemampuan IQ anda yang kurang, mungkin kebanyakan makan micin. Saran saya, jika teman-teman mendapat orang seperti ini yang super ngeyel, laporkan aja ke polisi. Sudah pasti ditebak, dia bakalan menjalankan skenario seperti dari paragraf yang saya tulis sebelumnya.

So, be smart ya

Artha Nugraha Jonar
blogger yang belajar dengan menulis
http://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.