Gowes ke Jembatan Surabaya

Untuk mengobati rasa penasaran pada jembatan Surabaya ini, akhirnya hari minggu kemarin saya merencanakan gowes ke sana. Setelah melihat dari google maps, maka saya merencanakan mengikuti jalur yang disarankan oleh Google. Kurang lebih 24 koma sekian kilometer jika ditempuh dari rumah.

jam-awal

Sekitar jam 5 pagi saya sudah bersiap untuk menuju jembatan surabaya. Dengan gowes perlahan, membelah jalan Ahmad Yani lalu ke jalan Prapen, tembus Kertajaya dan berbelok ke Jalan Soekarno kemudian mengambil jalur ke jalan Kenjeran, melewati Kenjeran Park, dan akhirnya sampai juga ke Jembatan Surabaya.

di-atas-jembatan

Sampai di sana ternyata jalan ditutup, gak tau apakah memang kalau hari minggu ditutup atau ada kegiatan ya? Cuma suasananya agak rame dengan orang yang berolahraga atau sekedar melihat-melihat jembatan ini, ya kayak saya ini, hehehe. Dan benar, jarak dari rumah menuju ke Jembatan Surabaya ini sejauh 25 kilometer.

banyak-yang-berolahraga

oya, dari jembatan ini kamu juga bisa melihat pemandangan yang indah, misalnya pemandangan pantai Ria Kenjeran yang ternyata gak kalah lho dengan pemandangan sun set di tempat lain, so harusnya bangga kalau kamu itu orang Suroboyo.

pemandangan-pantai-kenjeran-dari-atas-jembatan

lho kan, bener kalau pantai ria Kenjeran Surabaya itu bagus banget. Selain itu, kamu juga bisa menikmati pemandangan lain misal rumah warna-warni yang kayak di Malang itu lho. Jadi kamu gak perlu jauh-jauh ke Malang kalau hanya mau melihat rumah warna-warni.

kampung-warnawarni

Sayang belum terlihat mural ataupun 3D painting di rumah-rumah itu, dan juga gak jelas mau masuk lewat mana kalau mau ke sana. Mungkin masih baru ya? Setelah browsing-browsing, ternyata ini ide dari pak camat Bulak untuk mengecat warna-warni kampung nelayan, agar tidak terlihat kumuh. Salut buat pak Camat.

jembatan surabaya

Sisi lain jembatan ini juga menarik. Meskipun menutupi akses perkampungan nelayan, tapi mereka malah seneng karena ada jembatan ini, malah jadi icon dan membuat perkampungan nelayan yang dulu kumuh malah jadi obyek wisata yang menarik. Oya, selain itu, pemerintah kota Surabaya juga mempercantik jembatan ini dengan air muncrat berwarna-warni yang dapat menari.

air-muncrat

Sayangnya kita gak bisa setiap saat menikmati air muncrat ini. Jam operasionalnya hanya di malam sabtu dan malam minggu saja, yahhhh gigit jari deh. Tapi mungkin biaya operasionalnya ya yang tinggi jadi jam aktifnya dibatasi. Oya, satu lagi, kamu bisa melihat jembatan Suramadu dari jembatan ini juga lho.

latar-jembatan-suramadu

Tapi pada saat saya ke sana, pandangan ke arah jembatan Suramadu tertutup kabut, padahal keren lho kalau bisa melihat jembatan Suramadu dari sini.
Dari semuanya, jembatan Surabaya ini cukup bagus untuk dikunjungi dan layak untuk dijadikan ikon baru yang bisa sangat terkenal di Surabaya.

 

Tinggalkan Balasan