Kebangkitan Logistik Nasional

Ditulis dalam rangka hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2017
Artha Nugraha Jonar – Pelaku Logistik

kebangkitan logistik nasional
Ilustrasi diambil dari marketing.co.id

Berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei ditandai sebagai tonggak bangkitnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam memperjuangankan kemerdekaan republik Indonesia. Untuk memperingatinya, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 20 Mei sebagai peringatan hari Kebangkitan Nasional untuk menandai sekaligus memberikan peringatan kepada seluruh bangsa Indonesia akan pentingnya persatuan dan kesatuan.

Isu mengenai persatuan dan kesatuan begitu mengemuka beberapa waktu belakangan ini. Akan tetapi, dengan momen Kebangkitan Nasional, kita akan kembali diingatkan bahwa pekerjaan rumah kita masih belum selesai. Kita masih mempunyai visi bangsa yang harus kita capai untuk mewujudkan cita-cita para pendiri republik Indonesia.

Berbagai komponen bangsa harus ikut serta merta dengan segala upaya untuk mewujudkannya. Begitu pula sebagai insan rakyat Indonesia yang bergerak di bidang logistik, mari kita kembali mengingatkan kepada diri kita bahwa segala ikhtiar yang kita jalankan saat ini tidak lain adalah demi mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.

Kondisi Logistik Indonesia
Tidak dipungkiri sektor logistik memegang peranan sangat penting dalam menggerakkan perekonomian di Indonesia. World Bank menyebutkan bahwa komponen biaya logistik di Indonesia mencapai 24% dari Product Domestic Bruto (PDB). Angka ini dianggap sangat tinggi jika dibandingkan dengan negara tetangga kita seperti Malaysia, Singapura ataupun Thailand. Tantangan terbesar adalah menurunkan biaya logistik di Indonesia sebagai bagian untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

Tantangan yang harus dihadapi
Memang kondisi logistik Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan besar yang tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah saja untuk menyelesaikannya, tetapi membutuhkan berbagai elemen bangsa Indonesia khususnya kepada semua yang berkaitan dengan sektor logistik. Berbagai permasalahan dan benang kusut secara optimis pasti dapat kita urai.

Salah satu permasalahan sektor logistik yang dihadapi oleh Indonesia adalah terkendala infrastruktur yang mendukung sektor logistik. Misalnya saja masih banyaknya jalan rusak di berbagai daerah di Indonesia, tidak tersedianya kapasitas pelabuhan di Indonesia yang mampu mengelola bongkar muat yang optimal. Kita tentu sering mendengar bahwa salah satu tudingan penyebab tingginya biaya logistik adalah dwelling time yang masih terlalu lama, sampai-sampai pemerintah memberikan fokus dalam hal ini. Masalah lain adalah tidak terintegrasinya antara moda transportasi satu dengan yang lain sehingga masih menimbulkan hambatan dalam proses perpindahan barang.

Permasalahan lain adalah banyaknya pungutan liar di jalan baik yang dilakukan oleh oknum petugas maupun preman jalanan. Adanya upaya oknum petugas untuk melakukan permainan peraturan sangat disayangkan memang karena semestinya petugas tersebut berdiri dalam posisi sebagai penegak hukum akan tetapi malah menjadikan peraturan hukum sebagai sumber untuk memperkaya diri sendiri. Permainan oknum ini tidak hanya di jalan, bahkan di dalam jembatan timbangpun terjadi. Kita tentu mengingat  situasi di mana gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo begitu marahnya mendapati adanya pungutan liar di sebuah jembatan timbang di Jawa Tengah. Efek ketidakpatuhan pada peraturan ini bisa mengakibatkan pada terjadinya kecelakaan di jalan dan bisa pula mengakibatkan kerusakan pada jalan yang dilalui oleh kendaraan yang berjalan melebihi kelas jalannya.

Peraturan mengenai kelaikan jalanpun masih belum tersentuh. Kita bisa melihat di jalan berbagai truk dengan usia yang sudah tua berjalan dan tentu saja hal ini menimbulkan resiko pada truk tersebut misalnya mogok karena kerusakan mesin, as patah, rem blong yang pada ujungnya akan mengganggu pengguna jalan lainnya. Mengapa truk yang berusia tua masih dioperasikan? tidak lain karena pemilik truk berharap pada imbal hasil yang saat ini menjadi semakin membutuhkan waktu lebih lama dikarenakan karena biaya truk yang dibebankan kepada pelanggan tidak bisa dinaikkan dengan mudah, sementara kenaikan biaya operasional truk seperti suku cadang, ban, bahan bakar, gaji supir terus meningkat. Satu-satunya jalan untuk memperoleh imbal balik adalah dengan memperlama truk untuk beroperasi di jalan. Tentu hal ini menimbulkan resiko yang sudah saya sebutkan di atas. Kondisi ini  terus menjadi lingkaran setan, setiap pemilik truk menerapkan strategi yang sama agar bisa masuk dalam kompetisi biaya jasa truk. Tidak adanya keberpihakan terhadap pelaku sektor logistik dituding menjadi penyebabnya. Bahkan sektor logistik ini menjadi sektor yang paling minim mendapatkan kemudahan berusaha dari pemerintah baik dari sisi perpajakan, kemudahan mendirikan usaha ataupun dukungan terhadap pembiayaan serta regulasi pada sektor penunjang sektor logistik seperti suku cadang, ban maupun bahan bakar. Padahal pekerjaan rumah biaya logistik ini harus kita selesaikan.

Saatnya Bangkit
Peringatan kebangkitan nasional pada tanggal 20 mei 2017 ini bisa kita jadikan momentum bagi kebangkitan logistik nasional. Sudah saatnya merubah energi kita untuk berkeluh kesah bahkan bersifat apatis terhadap keadaan yang terjadi. Saatnya bangkit dan memberikan kontribusi positif demi kemajuan bangsa ini. Kita bisa melihat secara serius pemerintahan saat ini berada dalam koridor yang tepat untuk mewujudkan logistik Indonesia yang lebih baik. Bersama-sama kita bisa melihat berbagai proyek infrastruktur yang dibangun, seperti misalnya pembangunan jalan tol trans jawa, peningkatan fasilitas pelabuhan beserta interkoneksitasnya, begitu pula secara masif pemerintah mulai memberikan pemanfaatan moda kereta api sebagai jalur logistik.

Tidak ketinggalan di transportasi laut, pemerintah melalui program tol laut memberikan pilihan yang ditujukan agar logistik lebih efisien. Saat ini kita tidak lagi hanya memunggungi laut seakan lupa bahwa Indonesia adalah negara kelautan. Tidak lupa, saat ini kita juga sudah mulai membangkitkan pembangunan di Indonesia timur. Adanya pembangunan pelabuhan dan jalan trans di Papua diharapkan mampu membangkitkan perekonomian di Indonesia timur sehingga bisa menekan biaya logistik yang saat ini sangat mahal di wilayah tersebut.

Selain itu sudah saatnya lah kita untuk menggali potensi Indonesia dari sektor pertanian dan perikanan. Negara kita mempunyai potensi yang sangat besar dalam kedua sektor tersebut. Ke depannya harus dipikirkan mengenai logistik di sektor pertanian dan perikanan. Kita harus lebih banyak mempunyai cold storage yang tersebar di kantong-kantong penghasil pertanian dan perikanan. Begitu juga harus dipikirkan mengenai proses perpindahan hasil produksi tersebut yang ditunjang dengan teknologi agar tidak terjadi lagi di kota Jakarta harga jeruk dari Brastagi menjadi lebih mahal daripada jeruk dari China.

Pusat logistik berikat (PLB) juga menjadi kekuatan kita yang memberikan kemudahan bagi eksportir maupun importir untuk lebih menekan biaya logistik mereka.

Di sisi sumber daya manusia, kita bisa melihat bahwa saat ini semakin masif berbagai pelatihan ketrampilan bidang logistik, begitu juga berbagai sertifikasi sebagai bukti kemampuan penguasaan terhadap suatu keahlian. Selain itu, sektor logistik juga telah menjadi salah satu yang dilirik memiliki potensi secara keilmuan yang baik untuk dikembangkan. Terbukti dengan semakin banyaknya perguruan tinggi yang membuka jurusan logistik.

Penggunaan teknologi informasi dengan berbagai macam aplikasinya juga akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas sektor logistik. Saat ini secara masif pemerintah sudah menerapkan teknologi informasi secara bertahap di berbagai layanannya semisal di pelabuhan. Hal ini akan selalu membuka kemungkinan terhadap peningkatan kualitas layanan logistik kita.

Tidak dilupakan mengenai regulasi di sektor logistik. Begitu seriusnya pemerintah sehingga harus menunda paket kebijakan yang berkaitan dengan sektor logistik dikarenakan adanya regulasi lain di tingkat kementerian yang masih saling tumpang tindih. Sangat diharapkan paket kebijakan mengenai logistik ini bisa segera dipublikasikan sehingga menambah amunisi bagi negara kita untuk membenahi sektor logistik.

Di akhir tulisan ini, saya ingin membuka pemikiran kita bahwa inilah saatnya kita bangkit, tinggalkan segala perbedaan dan mari kita bersama-sama untuk kembali fokus menyelesaikan pekerjaan rumah kita dan memberikan sumbangsih kepada kemajuan negara ini dengan cara apapun juga. Selamat hari kebangkitan nasional, saatnya kebangkitan logistik nasional.

*ilustrasi gambar diambil dari http://www.marketing.co.id/wp-content/uploads/2015/03/web_logistik.jpg

Tinggalkan Balasan