Berita Logistik Indonesia

Benahi Infrastruktur, Tekan Biaya Logistik

Benahi Infrastruktur, Tekan Biaya Logistik

disadur dari inilah.com

KONDISI infrastruktur seperti jalan raya memberikan dampak bagi dunia usaha. Masih kurang baiknya infrastruktur mengakibatkan tingginya biaya distribusi dan logistik hingga 28%.

Ketua Apindo Jabar Deddy Widjaja mengatakan, tingginya biaya logistik itu mengakibatkan produk dalam negeri tidak berdaya saing. Pasalnya, harga barang terbilang relatif tinggi di pasaran.

“Karena buruknya infrastruktur jalan, barang-barang jadi mahal. Ujungnya, masyarakat yang harus menanggung beban dan dirugikan,” kata Deddy saat diskusi Forum Diskusi Wartawan Ekonomi Bandung (Fordisweb) bertema “Dukungan Infrastruktur Jabar dalam Menghadapi MEA”, Senin (30/5).

Untuk itu, program pemerintah terkait pembangunan infrastruktur di Jabar sebaiknya segera dijalankan. Pembenahan infrastruktur jalan ini erat kaitannya dengan pemangkasan waktu yang dihabiskan untuk distribusi.

Serupa dengan itu, Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal Soetrisno menyebutkan biaya logistik yang dikeluarkan di Tanah Air ini tertinggi di kawasan ASEAN. Dibandingkan dengan Singapura, biaya logistik di negeri jiran ini terhitung hanya 8%. Di Malaysia, biaya logistik ini hanya 13% dan Vietnam sebesar 25%.

“Biaya logistik dan distribusi ini mengakibatkan cost produksi tinggi. Kita dari dunia usaha mengharapkan bisa ditekan hingga 20% bahkan hingga di bawah 20%,” ucapnya.

Selain infrastruktur yang buruk, berdasarkan pengalaman Agung mengaku pengusaha jeruk yang harus mengirim produk dari Brastagi ke Bandung itu harus melalui sejumlah titik pungutan liar yang juga semakin membebani pengusaha.

Mengenai infrastruktur, Agung menegaskan di Jabar ini sepatutnya mutlak memiliki sarana yang mumpuni. Terlebih, secara nasional industri di Jabar ini berkontribusi sebanyak 58%.

“Apalagi, kalau infrastruktur ini buruk akan mengganggu kenyamanan investor untuk menanamkan sahamnya. Alhamdulillah, saat ini pemerintah memindahkan pembangunan pelabuhan internasional dari Cilamaya ke Patimban Subang,” tuturnya.

Wakil Ketua Bidang Informasi dan Data Kadin Jabar Januar P Ruswita menyebutkan, ekonomi biaya tinggi ini angkanya mencapai 26,4% terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). Besaran ekonomi biaya tinggi ini angkanya mencapai Rp1.820 triliun.

“Rinciannya, biaya untuk tranportasi mencapai Rp1.092 triliun, administrasi sebesar Rp182 triliun, dan biaya penyimpangan sebesar Rp546 triliun,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Jabar Iwa Karniwa menyebutkan saat ini di wilayah Jabar terdapat sejumlah proyek infrastruktur. Antara lain proyek 14 tol, 6 waduk, dan pelabuhan internasional Patimban. (jul)

sumber: http://www.inilahkoran.com/berita/ekonomi/57620/benahi-infrastruktur-tekan-biaya-logistik?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

Artha Nugraha Jonar
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
https://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.