Bitcoin sebagai Investasi Menguntungkan dan Sisi Lain Blockchain
Blockchain Sharing

Bitcoin sebagai Investasi Menguntungkan dan Sisi Lain Blockchain

Mumpung lagi liburan plus dua hari ini ada yang heboh di kalangan cryptocurrency yaitu kenaikan harga Bitcoin ke angka 70 juta, setelah beberapa saat tidur.

Oke topik yang pertama yang saya angkat adalah tentang Bitcoin yang sebagian besar orang tahu mengenai Bitcoin.
Di akhir tahun 2017 Bitcoin sempat menyentuh hingga di angka 250 jutaan untuk satu Bitcoinnya. Waaawww, kalau saya ingat, pertama kali saya membeli Bitcoin pada bulan april 2017 ada di angka 19 juta. Kenaikannya sungguh luar biasa.

Namun di tahun 2018 nilai tukar Bitcoin melorot hingga di angka 50 jutaan. Begitu juga dengan cryptocurrency lainnya seperti Ethereum, XRP dan sebagainya.

Pada saat dahulu, namanya juga baru belajar “Investasi”, maka saya lebih memilih mencari cryptocurrency yang bisa memberikan gain yang besar. Salah satunya adalah Bitcoin. Di tahun 2017, saya akhirnya lebih memilih untuk menginvestasikan di cloud mining, sedikit di mining dengan hardware. Sejujurnya saya juga saat itu tidak terlalu paham pada saat itu mengenai cara kerja blockchain, jadi tidak terlalu match antara teknologi blockchain dan investasinya.

Akhirnya suatu saat saat saya mengikuti sebuah workshop blockchain dengan menggunakan Ethereum. Saat itu saya menjadi paham mengenai teknologi blockchain secara teknikal. Saya beranggapan setelah itu memang Blockhain ini adalah teknologi masa depan. Dan memang terbukti bahwa roadmap di tahun 2018 tentang semakin masifnya riset Blockchain dan di tahun 2019 ini akan semakin banyak implementasi tentang blockchain menjadi semakin menarik saya. Seperti contohnya yang dibahas oleh Kompas mengenai implementasi blockchain untuk UKM ini.

Berkaitan dengan investasi asset kepada blockchain saya akan menjelaskan sebagai berikut:

Pada prinsipnya blockchain bisa dijadikan sebagai salah satu instrumen investasi. Tentu dengan pandangan bahwa investasi yang dimaksud bukan pada aktifitas jual beli secara cepat seperti yang dilakukan oleh trader.

Blockchain sendiri saat ini dibagi dengan dua, yaitu Blockchain yang bersifat terbuka dan bersifat tertutup. Blockchain yang tertutup dikembangkan secara private oleh perusahaan, misalnya Hyperledger yang dikembangkan oleh IBM. Sementara yang bersifat terbuka mengikuti dikembangkan oleh sekelompok orang / komunitas, dengan jaringan yang bersifat terbuka dan desentralisasi.

Kalau saya ibaratkan, berinvestasi di blockchain ini sama aja kita ikutan nimbrung dalam berinvestasi di sebuah perusahaan. Pada perusahaan tertutup seperti misalnya IBM, bisa saja kita ikut berinvestasi langsung pada proyek blockchainnya. Kita memilih IBM karena tentu nama besarnya. Namun yang menjadi masalah adalah seberapa banyak uang yang kita punya untuk kita investasikan di IBM, tentu bukan uang yang sedikit. Jika kita punya uang banyakpun semisal 100 Milyar, pun belum tentu IBM menerima kita sebagai investor.
Nah salah satu cara untuk ikutan berinvestasi dalam teknologi blockchain adalah dengan membeli cryptocurrency dari blockchain terbuka.

Nah Blockchain yang bersifat terbuka inilah yang masuk dalam exchanger seperti Indodax (di Indonesia) yang diperjual belikan.

Mengapa nilai sebuah cryptocurrency bisa naik? Karena cryptocurrency adalah alat tukar yang dipakai pada saat ingin memanfaatkan blockchain. Semisal kita akan menyimpan data, melakukan pertukaran data di blockchain, maka kita harus membayar fee tertentu terhadap pengelola blockchain. Nilai fee ini dibayar dengan cryptocurrency, semisal Bitcoin atau ethereum, tergantung dari blockchain yang digunakan.

Menurut saya kuncinya adalah adaptasi dari blockchain tersebut. Semakin banyak orang yang memanfaatkan blockchain tersebut yang artinya teknologi blockchain yang digunakan benar-benar berguna dan menimbulkan efek manfaat luar biasa, maka nilai dari blockchain tersebut semakin naik. Oleh sebab itu, saya pribadi lebih memilih pada jaringan blockchain yang memang benar-benar dikembangkan teknologinya, lalu banyak yang melakukan adaptasi.

Sebagai panduan, biasanya saya memantau CCID, sebuah lembaga riset di China yang beranggotakan akademisi dan praktisi. CCID setiap beberapa bulan mengeluarkan hasil risetnya mengenai implementasi blockchain. di sana terlihat bahwa EOS, Ethereum dan Tron menjadi tiga besar dalam index tersebut. Maka di tahun ini saya memfokuskan untuk berinvestasi di blockchain tersebut.

Bitcoin sebagai Investasi Menguntungkan dan Sisi Lain Blockchain
rilis report CCID

Sekali lagi berinvestasi di blockchain adalah masalah kepercayaan terhadap nilai teknologi yang dikembangkan. Jangan sekali-kali terjebak pada naik turunnya harga pasar, karena pasar adalah di ranah trader yang mengejar keuntungkan melalui jual beli, tanpa memperhitungkan tentang teknologi blockchainnya.

Saya belajar banyak dari investasi saham. Saya belajar mengenal mengenai fundamental perusahaan dan berinvestasi pada saham dengan perusahaan yang sangat bagus, misal di BRI, tentu tidak ada satupun warga negara Indonesia yang bilang BRI ini perusahaan kecil ya.

Nah dari sudut pandang investasi saham, saya memakainya untuk memilih berinvestasi pada teknologi masa depan yaitu blockchain dengan memilih pada teknologi yang mempunyai manfaat dan peluang pengembangan serta implementasi masif di masa mendatang.

Artha Nugraha Jonar
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
https://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.