Sharing

Dikit-dikit kok Baper

Dikit-dikit kok Baper
Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay

Hari ini saya dapat insight yang mau saya bagikan di tulisan ini. Saya mau bagikan sesuatu tentang mood yang kita rasakan yaitu tentang baper. Dikit-dikit kok baper sih? kata anak jaman sekarang “Kamu kok baperan?”.

Baper merupakan singkatan dari kata “bawa perasaan”, dalam artian ketika menghadapi sesuatu selalu melibatkan perasaan. Real-nya misalnya mudah tersinggung, sakit hati dan terlalu sensitif. Intinya sih melibatkan emosi dari kita.

Sejujurnya belakangan terakhir ini saya merasa saya baperan banget. Efeknya adalah dikit-dikit ngomel, dikit nyemprot, ngedumel. Wah gawat banget. Bukannya harus selalu berpikir positif terus ya?

Nah saya coba menggali dari diri saya, kenapa kok saya dikit-dikit jadi baper ya?

Setelah saya gali lebih dalam dan mencoba berkontemplasi melalui perenungan, saya mendapati ternyata hal ini yang menimbulkan sifat baperan.

Yang pertama adalah berharap kepada sesuatu

Lho, berharap kok gak boleh sih? Jelas, jangan berharap kepada sesuatu, karena pengharapanmu itu bisa berujung kepada kekecewaan. Kamu gak selalu bisa mendapatkan apapun yang kamu inginkan. kalau sudah begitu, kekecewaanlah yang timbul.

Misalnya saja nih, kamu berharap kalau tim kamu bisa mendukung kamu, dan ternyata tidak semua tim mendukung. Yang kamu dapatkan kekecewaan dan berujung pada baper.

So, mulai sekarang mulailah berhenti berharap, kayak lagunya Sheila On 7 itu, hehehe

Jadi bener nih sekarang jangan pernah berharap sedikitpun terhadap apapun. Namun yang kamu bisa lakukan adalah berikan apresiasi terhadap semua capaian yang telah diperoleh. Dengan begitu, setiap hal yang dicapai akan memberikan impact yang positif buat kamu.

Lalu yang kedua adalah kamu harus menyadari bahwa pikiran, sikap dan mulut seseorang itu bukan kamu yang mengendalikan

So, santai aja lah. Setiap orang bisa bacot apa saja. Setiap orang bebas berbicara apa saja. Dan kamu gak megang remote untuk mengendalikan mulut, sikap dan pikiran mereka kan?

Kamu tuh cuma megang remote dari sikap kamu, mulut kamu, hati kamu. So, daripada mikirin apa yang tidak bisa kamu kendalikan, lebih baik kendalikanlah apa yang bisa kamu kendalikan.

Kedua hal tersebut adalah insight yang saya dapatkan ketika mengetahui diri saya kenapa kok baperan banget ya.

Tapi masalahnya udah terlanjur kejadian nih jadi baperan kayak saya sekarang ini. Trus gimana dong?

Nah kalau sudah terlanjur coba deh ikutin seperti apa yang saya lakukan ini

Yang pertama, buang pikiran negatif, isi dengan hal-hal yang positif.

Kalau kita berkutat pada pikiran-pikiran negatif, pastinya akan berpengaruh terhadap diri kita. Maka saran saya, isi pikiran dengan hal-hal positif. Beruntung nih kita hidup di era digital. Banyak konten positif yang bisa kita dapatkan dengan mudah. Misal melalui channel youtube, ataupun melalui blog seperti blog keren ini, hehehe

Selain itu kamu juga bisa berkumpul dengan orang-orang positif. Ikut acara-acara komunitas, kelas, seminar ataupun kelas online seperti webinar dan sebagainya, meski sensasinya berbeda sih menurut saya antara online dengan real bertatap muka langsung.

Tips yang kedua dan terakhir adalah evaluasi diri

Ini yang saya lakukan, sehingga jadilah tulisan ini, hehehe. Terkadang kita jadi terlalu banyak berpikir kenapa begini, kenapa begitu dan terkadang ujungnya menyalahkan orang lain atau juga lingkungan sekitar kita, seakan-akan kita ini adalah korban, padahal bisa jadi itu adalah kesalahan kita.

Coba lakukan kritik pada diri sendiri terlebih dahulu, jangan pernah salahkan orang lain. Kita yang memegang kendali kehidupan kita. Kemudian bertanggung jawablah, evaluasi dan teruskan hidup.

Saya rasa itu aja sih hasil insight dari bedah kasus diri saya yang baperan ini. Semoga bisa berguna buat semua.

Artha Nugraha Jonar
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
http://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.