Berita Logistik Indonesia

Efisiensi, Forkas Jatim Ajukan Bangun Pusat Logistik Berikat

https://i2.wp.com/img2.bisnis.com/jatim/posts/2016/06/22/89701/kawasan-industri.jpg?resize=600%2C400

disadur dari bisnis.com

Bisnis.com, SURABAYA – Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur berencana mengajukan diri untuk membangun Pusat Logistik Berikat (PLB) yang Pusat Logistik Berikat (PLB) yang rencananya bakal didirikan di Jatim.

Sekretaris Forkas Jatim, Nur Cahyudi mengatakan rencana baik ini akan mampu membantu mendukung kebutuhan anggota pengusaha di Jatim untuk memenuhi bahan baku impor secara lebih hemat, khususnya soal pengurusan izin dan pengenaan cukai.

“Langkah ini perlu dilakukan karena industri di Jatim ini sebagian besar bahan bakunya masih impor, seperti industri sepatu bahan bakunya 60% impor, lalu mebel khususnya aksesoris 90% harus impor,” jelasnya di sela-sela Buka Puasa Bersama Forkas Jatim, Selasa (21/6/2016).

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Timur, Sherina Kawilarang menambahkan, melalui PLB tersebut pengusaha industri bisa menekan biaya logistik selama 2  bulan karena selama ini barang baku impor harus tertimbun di pelabuhan mencapai 3 bulan akibat prosedur pengurusan izin dan cukai sehingga biaya semakin membengkak.

“Perhitungan efisiensi dengan adanya PLB ini minimum bis ahemat cash flow 2 bulan, apalagi banyak perusahaan yang sedang rugi butuh cash flow yang bagus,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur II, Decy Arifinsjah menjelaskan saat ini sudah 11 PLB secar anasional. Rencananya pemerintah akan menambah 16 PLB lagi, salah satunya ada di Jawa Timur.

“Kalau melihat kondisi industri di Jatim ini tumbuhnya lebih tinggi jadi mustinya memang bisa dibangun PLB. Kami sudah meninjau beberapa kawasan yang potensi untuk PLB, bisa di Maspion, atau JIPPE dan Teluk Lamong juga, beberapa sudah ada yang mengajukan,” jelasnya.

Adapun PLB merupakan gudang logistik multi fungsi untuk menimbun barang impor atau lokal dengan kemudahan fasilitas perpajakan berupa penundaan pembayaran bea masuk.

Selain itu, PLB dibangun bertujuan untuk menekan dwelling time atau waktu tunggu bongkar-muat barang di pelabuhan karena tidak ada pemeriksaan kepabean. Keberadaan PLB akan memberikan manfaat dalam mengurangi transportasi karena PLB mendekatkan barang ke tempat produksi.

sumber: http://surabaya.bisnis.com/read/20160622/1/89701/efisiensi-forkas-jatim-ajukan-bangun-pusat-logistik-berikat

Artha Nugraha Jonar
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
https://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.