Sharing

Yuk Mulai Berinvestasi

Tulisan ini saya buat untuk membagikan informasi bagi yang ingin mengetahui tentang investasi. Salah satu pendorong agar kita memiliki kekuatan ekonomi di masa mendatang adalah dengan cara berinvestasi. Pertanyaannya adalah apakah berinvestasi itu sama dengan menabung? Mari kita ulas.

Yuk Mulai Berinvestasi
ilustrasi: pixabay.com

Ada beberapa kesamaan antara investasi dan menabung, antara lain adalah sama-sama bertujuan untuk menyimpan yang bisa dipergunakan di masa mendatang. Perbedaannya adalah jika menabung atau tabungan hanya akan menyimpan uang anda. Jika anda menabung di rumah, anda tentu tidak akan mendapatkan pertumbuhan uang anda. Namun jika anda menyimpannya melalui pada produk tabungan milik perbankan, tentu anda akan mendapatkan nilai uang yang bertumbah karena dari pihak perbankan akan memberikan kepada anda nilai lebih dari hasil uang tabungan yang anda simpan dan dikelola lagi oleh pihak perbankan. Nilai lebih yang diberikan dalam bentuk bunga. Selain mendapat bunga, menyimpan uang di bank juga akan dikenai biaya yang berkaitan dengan pengelolaan tabungan, biasanya disebut dengan biaya administrasi. Setiap lembaga perbankan memiliki kebijakan tersendiri mengenai besaran biaya administrasi.

Berbeda dengan tabungan, investasi bertujuan untuk mendapatkan imbal balik di masa mendatang dengan target-target tertentu dengan masa waktu tertentu dan tujuan tertentu. Sebelum masuk ke topik mengenai investasi, yang perlu kita ketahui adalah tentang alasan mengapa kita harus berinvestasi.

Investasi Melawan Inflasi

Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus(continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain: konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan prosess menurunnya nilai mata uang (wikipedia)

Hampir di semua negara mengalami inflasi, termasuk juga negara Indonesia. Pada tabel berikut ini kita dapat melihat bagaimana inflasi juga terjadi di Indonesia (data bank Indonesia).

Sangat penting untuk mengetahui angka inflasi, sebab angka ini menjadi patokan kita untuk mengetahui seberapa kuat ketahanan perekonomian kita di masa mendatang. Mari kita simulasikan, semisal dari data bank Indonesia kita buat rata-rata inflasi yang terjadi pada negara Indonesia ada di angka 4%, artinya secara global nilai yang yang kita miliki setiap tahun akan menurun sebesar 4%. Salah satu penyebabnya bisa jadi dikarenakan harga barang yang semakin naik. Tentu kita tahu bersama secara normal mengikuti pasar harga barang akan cenderung naik setiap waktu.

Oleh sebab itu beberapa kemungkinan untuk menghadapi inflasi antara lain:

Meningkatkan penghasilan di tahun depan lebih dari tingkat inflasi.
Penghasilan yang anda peroleh saaat ini baik melalui gaji ataupun pendapatan yang anda peroleh dari usaha sendiri. Salah satu cara agar nilai uang anda bisa sama dengan tahun sebelumnya adalah dengan menaikkan penghasilan, minimal setara dengan nilai inflasi. Artinya gaji anda harus meningkat minimal sebesar 4% pada tahun berikutnya, begitu juga pendapatan anda jika anda melakukan usaha sendiri.

Untuk anda yang berusaha sendiri, anda tinggal meningkatkan omzet anda. Namun, bagi anda yang bekerja, tentu ada saja yang terkendala dengan keinginan untuk meningkatkan gaji sebesar 4 persen setahun. Berikut adalah beberapa cara meningkatkan gaji anda. Misalnya dengan melalui peningkatan gaji berkala dari perusahaan anda ataupun melakukan re-negoisasi untuk gaji anda. Cara lainnya adalah dengan berpindah tempat bekerja untuk memperoleh kenaikan gaji sebesara 4 persen. Sayangnya hal ini mengalami beberapa kendala. Misalnya kewajiban naiknya gaji karena tuntutuan UMK, namun kenyataannya gaji tidak pernah mencapai 4%. Begitu juga evaluasi berkala gaji sangat jarang yang bisa menaikkan gaji hingga setara angka inflasi. Atau jika tidak dapat naik, maka opsi selanjutnya adalah berpindah tempat kerja dengan mencari tempat kerja dengan gaji yang sesuai dengan yang diharapkan. Sayangnya ini juga menjadi opsi yang tidak menarik, karena anda harus mengalami lagi berbagai proses seperti interview hingga adaptasi di termpat kerja.

Solusinya adalah berinvestasi

Dengan berinvestasi kita bisa mendapatkan imbal hasil yang bisa menyamai dengan inflasi. Beberapa produk insvestasi bahkan memberikan imbal balik lebih dari 4%. Akan tetapi anda harus mengenal mengenai resiko dalam berinvestasi. Meski imbal balik yang diberikan tinggi, namun berinvestasi juga membawa resiko. Biasanya semakin tinggi sebuah investasi memberikan imbal balik, maka resikonya juga semakin tinggi. Oleh sebab itu sebelum berinvestasi kenali lebih dahulu resiko yang akan anda hadapi, misalnya mulai dari jangka waktunya hingga harganya yang naik turun. Akan tetapi biasanya jika kita berinvestassi dalam jangka waktu yang lama, maka imbal balik yang kita dapatkan juga sebanding.

ilustrasi: pixabay.com

Beberapa investasi yang bisa anda lakukan antara lain berinvestasi pada properti seperti rumah dan tanah, lalu berinvestasi pada saham,reksadana, hingga emas. Masing-masing mempunyai nilai resiko yang berbeda-beda, akan tetapi kesemuanya dapat memberikan imbal balik yang tinggi.

Jadi tinggal anda memilih akan berinvestasi di mana dan resiko apa yang anda pilih

Artha Nugraha Jonar
Saat ini bekerja di perusahaan logistik. Sedang belajar bahasa pemrograman komputer. Hobi jalan-jalan, makan dan bersepeda.
https://www.arthanugraha.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.